MURIANETWORK.COM - Mantan staf khusus mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Fiona Handayani, mengungkapkan di persidangan bahwa ia baru mengetahui gaji konsultan dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook jauh lebih tinggi dari gajinya. Kesaksian ini disampaikan dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) di Jakarta, Kamis (5 Februari 2026), yang mengadili dua pejabat direktorat di lingkungan Kemendikbudristek.
Kesaksian Soal Ketimpangan Gaji
Fiona, yang hadir sebagai saksi, mengaku baru menyadari besaran gaji Ibrahim Arief atau Ibam yang juga terdakwa dalam kasus yang sama setelah membaca pemberitaan. Dalam persidangan, hakim ad hoc Andi Saputra mendalami kapan Fiona mengetahui fakta bahwa Ibam, yang statusnya adalah tenaga konsultan, menerima gaji dua hingga tiga kali lipat dari gaji seorang staf khusus menteri.
"Kemudian termasuk bahwa Ibrahim Arief bukan stafsus tetapi gajinya dua kali lipat bahkan tiga kali lipat dari Anda juga tahu kapan itu?" tanya hakim Andi Saputra.
"Baru kemarin saat saya melihat di berita," jawab Fiona.
Hakim kemudian menegaskan kembali, "Baru kemarin ya?" dan Fiona membenarkan dengan singkat, "Betul."
Dalam penelusuran lebih lanjut, hakim bertanya apakah Fiona mengetahui nominal tersebut selama proses pengadaan yang berlangsung lima tahun. Fiona dengan tegas menyatakan ketidaktahuannya.
Dakwaan dan Besaran Kerugian Negara
Kasus ini menjerat sejumlah pihak, termasuk Ibrahim Arief yang disebut-sebut menerima gaji konsultan sebesar Rp163 juta per bulan. Sementara itu, dua terdakwa utama dalam sidang ini adalah Mulyatsyah, mantan Direktur SMP, dan Sri Wahyuningsih, mantan Direktur Sekolah Dasar. Keduanya didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara yang sangat besar.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat