MURIANETWORK.COM - Seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kondisi kritis setelah kepalanya tertembak senapan angin. Insiden tragis ini terjadi saat ayah tirinya sedang membersihkan senjata tersebut, yang diduga tidak menyadari bahwa masih ada peluru di dalam laras. Polisi kini tengah menyelidiki kronologi lengkap kejadian yang melibatkan senapan angin rakitan bertekanan tinggi ini.
Deskripsi Senjata yang Terlibat
Senapan angin yang menjadi penyebab insiden ini merupakan jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic) kaliber 4,5 milimeter. Dari penampakannya, senjata ini jauh dari kesan mainan. Popor kayunya yang berwarna cokelat tua dengan serat yang jelas terlihat dipadukan dengan tabung udara bertekanan tinggi berwarna hitam, yang terpasang paralel di bawah laras panjang.
Pada bagian atas badan senjata, terpasang sebuah teropong bidik (scope), menegaskan fungsionalitasnya untuk bidikan yang akurat. Ujung moncongnya yang gelap menjadi penutup dari sebuah perangkat yang dirancang untuk memiliki daya tembak signifikan. Secara keseluruhan, konstruksi senjata ini menunjukkan karakteristik yang lazim digunakan untuk aktivitas berburu atau olahraga menembak, sehingga memerlukan penanganan ekstra hati-hati.
Kronologi Insiden Menurut Penyidik
Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar, menjelaskan bahwa insiden ini diawali dari proses pembersihan dan perbaikan senjata oleh ayah tiri korban. Saat itu, pria berinisial S (35) tersebut diduga tidak mengetahui bahwa masih ada satu peluru yang tersisa di dalam chamber senapan.
"Senapan angin itu sedang dibersihkan dan diperbaiki oleh ayah sambung korban inisial S (35). Yang bersangkutan tidak mengetahui masih ada peluru di dalam laras, kemudian senjata meletus," jelas Suhendar.
Letusan yang tidak terduga itulah yang kemudian melukai bocah perempuan malang tersebut. Kejadian ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat keras tentang vitalnya prosedur keselamatan dalam menangani segala jenis senjata, termasuk senapan angin yang seringkali dipandang remeh.
Artikel Terkait
15 Tewas dalam Kecelakaan Mini Bus di Badakhshan, Afghanistan
Pemerintah Intensifkan Pengawasan Harga Sembako Jelang Ramadan 2026
Gubernur Sulut Pimpin Aksi Bersih-Bersih Massal di Tujuh Titik Pesisir Manado
Tanah Longsor Tutup Sebagian Jalan Penghubung Malang-Kediri