Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan

- Jumat, 09 Januari 2026 | 23:00 WIB
Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan

Jumat (9/1) lalu, suasana JIEXPO Kemayoran di Jakarta Pusat terasa berbeda. Pemprov DKI Jakarta menggelar perayaan Natal 2025 bertajuk 'Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI'. Acara yang hangat itu tak hanya dihadiri oleh jajaran pemerintah, tapi juga diwarnai oleh pesan mendalam dari Kardinal Ignatius Suharyo.

Dalam khotbahnya, Suharyo menyampaikan sebuah cerita sederhana namun menusuk. Ia bercerita tentang seorang pendatang dari kota yang melihat seorang gembala memelihara dua hewan: seekor kambing hitam dan seekor domba putih.

Yang menarik perhatian si orang kota adalah perlakuan si gembala. Kambing hitam itu cuma dikasih rumput satu keranjang per hari. Sementara si domba putih dapat jatah dua kali, meski masing-masing hanya setengah keranjang.

Belum cukup di situ. Kambing itu cuma digembalakan seminggu sekali. Domba yang putih? Setiap hari. Orang kota itu pun geram, melihat perbedaan yang begitu jelas.

"Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?" tanya orang kota itu, tak bisa menahan diri.

Si gembala balik bertanya, "yang mana?"

"Yang hitam."

Lalu, dengan tenangnya si gembala menjawab, "Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya."

Di titik itulah Suharyo menghentikan ceritanya. Ruangan sejenak hening, sebelum ia kemudian membeberkan makna di balik perumpamaan itu.

"Inilah pesan kita semua," ujarnya. "Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan."

Ia melanjutkan, pesan moralnya jelas. Ketika pemerintah menjabat, tugasnya adalah menjaga persatuan, persaudaraan, dan persamaan. "Kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan," tuturnya menutup pesan natalnya.

Acara yang penuh khidmat itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno hadir memenuhi undangan. Tak ketinggalan, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut hadir dalam perayaan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar