Jumat (9/1) lalu, suasana JIEXPO Kemayoran di Jakarta Pusat terasa berbeda. Pemprov DKI Jakarta menggelar perayaan Natal 2025 bertajuk 'Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI'. Acara yang hangat itu tak hanya dihadiri oleh jajaran pemerintah, tapi juga diwarnai oleh pesan mendalam dari Kardinal Ignatius Suharyo.
Dalam khotbahnya, Suharyo menyampaikan sebuah cerita sederhana namun menusuk. Ia bercerita tentang seorang pendatang dari kota yang melihat seorang gembala memelihara dua hewan: seekor kambing hitam dan seekor domba putih.
Yang menarik perhatian si orang kota adalah perlakuan si gembala. Kambing hitam itu cuma dikasih rumput satu keranjang per hari. Sementara si domba putih dapat jatah dua kali, meski masing-masing hanya setengah keranjang.
Belum cukup di situ. Kambing itu cuma digembalakan seminggu sekali. Domba yang putih? Setiap hari. Orang kota itu pun geram, melihat perbedaan yang begitu jelas.
"Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?" tanya orang kota itu, tak bisa menahan diri.
Si gembala balik bertanya, "yang mana?"
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru