"Yang hitam."
Lalu, dengan tenangnya si gembala menjawab, "Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya."
Di titik itulah Suharyo menghentikan ceritanya. Ruangan sejenak hening, sebelum ia kemudian membeberkan makna di balik perumpamaan itu.
"Inilah pesan kita semua," ujarnya. "Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan."
Ia melanjutkan, pesan moralnya jelas. Ketika pemerintah menjabat, tugasnya adalah menjaga persatuan, persaudaraan, dan persamaan. "Kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan," tuturnya menutup pesan natalnya.
Acara yang penuh khidmat itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno hadir memenuhi undangan. Tak ketinggalan, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut hadir dalam perayaan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan ini.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP