Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang

- Jumat, 09 Januari 2026 | 23:50 WIB
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Bantuan Langsung untuk Aceh Tamiang, dari Bogor dengan Hati

Aceh Tamiang – Kamis lalu, suasana di beberapa desa terdampak bencana di Aceh Tamiang sedikit terangkat. Kedatangan tim dari Bogor membawa lebih dari sekadar barang bantuan. Mereka membawa kepedulian yang datang dari jauh.

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor turun langsung ke lokasi. Bekerja sama dengan Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor dan Lembaga Sosial Dakwah Islam Guru Sudharmo Medan, mereka menyalurkan bantuan tepat di titik-titik yang membutuhkan.

Penasihat IPHI Kota Bogor, H. Herry Haerudin, yang hadir mewakili ketuanya, H. Muhammad Sahri, mengungkapkan rasa syukur. Menurutnya, tindakan langsung ke lapangan memberi gambaran nyata tentang penderitaan warga.

"Kami sudah menyalurkan bantuan di tiga titik wilayah di Aceh Tamiang," ujar Herry. Ia menyebutkan lokasinya: Desa Babo di Kecamatan Bandar Pusaka yang kondisinya paling parah lalu Desa Bukit Tempurung, dan Desa Kebun Tanah Terban.

Bantuan yang diberikan bukan sekadar sembako. Tim ini membangun hunian sementara yang dilengkapi musala, MCK, dan dapur umum. Tak lupa, penerangan dipasang agar kehidupan malam tak terlalu suram. Bantuan logistik makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung juga dibagikan.

Yang membuat perjalanan ini terasa khusus, kehadiran Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin MSc, ulama sekaligus Pembina RSIB yang turut mendampingi. Kehadiran guru mereka itu memberi semangat lebih bagi seluruh relawan.

"Dengan datang langsung, kami lebih puas dan paham kondisi di lapangan. Alhamdulillah, masyarakat juga bersyukur dan berterima kasih," lanjut Herry.

Namun begitu, cerita belum berakhir. Kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Banyak warga terdampak yang belum mendapat bantuan layak. Situasinya masih darurat.

Herry pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Salurannya melalui IPHI dan RSIB. "Kami punya tim yang langsung menjangkau lokasi. Insyaallah, bantuan akan sampai dan termanfaatkan," tandasnya penuh keyakinan.

Hari itu, di antara reruntuhan dan kesedihan, ada secercah harapan yang datang dari seribu kilometer jauhnya. Sebuah ikhtiar kecil, tapi terasa sangat berarti.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar