Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar

- Minggu, 11 Januari 2026 | 04:06 WIB
Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar

Angka utang pinjaman online di Indonesia terus merangkak naik. Per November 2025, totalnya sudah menyentuh Rp 94,85 triliun. Cukup fantastis, karena itu artinya ada pertumbuhan sekitar 25,45% dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Yusuf Rendy Manilet, ekonom dari CORE Indonesia, lonjakan ini punya kaitan erat dengan momen akhir tahun. "Jadi tentu ada kelompok masyarakat yang memang menggunakan pinjaman online. Terutama yang berkaitan dengan aktivitas konsumsi di akhir tahun," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Apalagi kan di bulan setelahnya, masyarakat tahu bahwa akan ada momentum libur natal dan tahun baru."

Namun begitu, Yusuf tak menampik sisi gelap dari pertumbuhan pesat ini. Lonjakan utang ternyata berjalan beriringan dengan meningkatnya kasus gagal bayar dalam setahun terakhir. Fenomena ini, menurutnya, perlu diwaspadai.

"Nah sayangnya, penilaian yang pertama ini mengenai momentum pemanfaatan pinjol untuk kegiatan aktivitas libur Natal dan tahun baru. Ini perlu diantisipasi dengan melihat pandangan yang kedua," jelasnya.

"Kalau kita ingat kan dalam setidaknya setahun ke belakang, masalah gagal bayar dari pinjaman online itu juga tidak kecil. Artinya juga rangkanya mengalami peningkatan," tambah Rendy.

Di sisi lain, ada masalah klasik yang masih menganga: kesenjangan antara akses dan pemahaman. Kemudahan mengajukan pinjaman lewat gawai tak dibarengi dengan literasi keuangan yang memadai. Data OJK pun menunjukkannya angka inklusi keuangan memang lebih baik, tapi literasinya tertinggal.

Yusuf melihat, banyak orang terutama dari kalangan muda menggunakan pinjol untuk menutup kebutuhan konsumsi atau sekadar ikut tren gaya hidup. Sayangnya, mereka kerap lalai menghitung risikonya. "Ada kelompok masyarakat yang tadi membutuhkan biaya, tetapi dia kemudian belum mampu untuk mengkalkulasikan risiko, kemudian juga FOMO, gaya hidup FOMO itu juga menjadi faktor," paparnya.


Halaman:

Komentar