IHSG Menguat 0,50% ke 8.322,23 Didorong Sektor Konsumer dan Keuangan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 16:30 WIB
IHSG Menguat 0,50% ke 8.322,23 Didorong Sektor Konsumer dan Keuangan

Jakarta - Pasar saham domestik menutup perdagangan Rabu (25/2/2026) dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,50 persen atau setara 41,40 poin, mengakhiri hari di level 8.322,23. Sentimen beli tampak mendominasi, meski pergerakannya terbilang cukup hati-hati.

Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, situasinya cukup berimbang. Ada 357 saham yang naik, tapi tak kalah banyak yang melemah, yakni 348 emiten. Sementara itu, 253 saham lainnya cenderung diam di tempat. Volume perdagangan hari ini cukup sibuk, mencapai 49,2 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp28,1 triliun.

Indeks-indeks lainnya juga ikut merasakan angin segar. Indeks LQ45 naik 0,65 persen ke 843, diikuti JII yang menguat 0,52 persen ke 567. Pergerakan lebih signifikan datang dari IDX30 yang melonjak 1,02 persen ke 446, dan MNC36 yang naik 1,15 persen ke level 348.

Di sisi lain, performa sektoral mayoritas memang cerah. Sektor-sektor seperti konsumer, keuangan, infrastruktur, hingga properti umumnya berada di zona hijau. Namun begitu, tidak semua sektor bernasib sama. Beberapa seperti teknologi, serta kembali disebutkan keuangan dan transportasi, justru terlihat lesu dan mencatatkan pelemahan.

Nah, yang menarik perhatian adalah saham-saham yang melesat tajam hari ini. Puncak gainers diduduki oleh JAYA (PT Armada Berjaya Trans Tbk) yang melonjak 35 persen ke Rp162. Tak kalah spectacular, SCNP (PT Selaras Citra Nusantara Tbk) meroket 34,94 persen ke Rp224, disusul KAQI (PT Jantra Group Indonesia Tbk) yang naik 34,62 persen ke Rp105.

Tapi tentu, ada juga yang hari ini berat. Di posisi losers, INDS (PT Indospring Tbk) terpangkas 14,97 persen ke Rp1.505. INCI (PT Intanwijaya Internasional Tbk) juga tertekan, turun 14,69 persen ke Rp755, sementara VISI (PT Satu Visi Putra Tbk) melemah 14,60 persen ke Rp585. Pergerakan yang cukup tajam, menunjukkan volatilitas di beberapa saham tertentu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar