Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:45 WIB
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut

Kota Bekasi masih berjuang melawan genangan air. Hingga Kamis siang (22/1/2026), sejumlah wilayahnya belum juga kering dari banjir yang merendam.

Idham Kholid, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, mengonfirmasi hal ini. "Masih (terjadi banjir di sejumlah titik di Kota Bekasi) sampai saat ini," ujarnya ketika dihubungi.

Menurutnya, ketinggian air di berbagai lokasi itu cukup beragam. Ada yang cuma setinggi mata kaki, sekitar 5 cm. Tapi di titik lain, air bisa menggenang hingga hampir satu meter, tepatnya 90 cm.

"Akibat cuaca ekstrem," jelas Idham, singkat.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, tercatat ada sembilan titik banjir yang masih harus diwaspadai. Kondisinya bervariasi, mulai dari genangan ringan hingga yang cukup parah dan bahkan disertai insiden lain.

Berikut rincian lokasi-lokasi yang terdampak:

  1. Perumahan Taman Narogong Indah: genangan 40-60 cm.
  2. Perumahan Jatibening Permai: cukup dalam, 90 cm. Dua unit pompa air dikerahkan di sini.
  3. Kaliabang Rorotan Rt.001/006, Kel. Kali Abang Tengah - Bekasi Utara: situasinya serius karena ada laporan rumah roboh.
  4. Perumahan Mayang Pratama, Kel. Mustikasari - Mustika Jaya: genangan relatif rendah, sekitar 5 cm.
  5. Perumahan PHP: ketinggian air masih dalam proses pendataan.
  6. Jl. Cantik Tengah Rt. 002/023, Kel. Pengasinan - Rawalumbu: sama, ketinggiannya masih didata.
  7. Perumahan Dosen IKIP: air setinggi 70 cm.
  8. Bulak Perwira 2 Rt.005/007: genangan 5-20 cm.
  9. Perumahan Bumi Bekasi Baru Utara, Kel. Sepanjang Jaya - Rawalumbu: air berkisar antara 50-70 cm.

Sepertinya warga di titik-titik itu masih harus bersabar. Cuaca ekstrem memang sedang tidak bersahabat, dan dampaknya terasa nyata di jalan-jalan yang berubah jadi kolam.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar