Wamen Sos Dorong Percepatan Relokasi Korban Longsor Brebes

- Rabu, 25 Februari 2026 | 16:35 WIB
Wamen Sos Dorong Percepatan Relokasi Korban Longsor Brebes

Sudah setahun lebih, tanah di Desa Mendala, Sirampog, Brebes, tak berhenti bergerak. Bencana yang merangkak sejak 2025 itu meninggalkan jejak pilu: ratusan rumah rusak, dan warga yang hidupnya porak-poranda terpaksa mengungsi meninggalkan kampung halaman.

Merespon kondisi itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong agar proses relokasi korban bisa dipercepat. Harapannya, dari hunian sementara hingga nanti rumah tetap di lokasi yang lebih aman, bisa segera direalisasikan.

"Terkait rencana hunian sementara dan hunian tetap, Kementerian Sosial menunggu penetapan lokasi serta kesiapan lahan dari pemerintah daerah," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/2/2026).

Pernyataannya itu disampaikan usai menerima audiensi jajaran Dinas Sosial Kabupaten Brebes di kantornya, Jakarta Pusat.

Menurutnya, agar impian itu tak sekadar wacana, setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan. Ia juga menekankan, penyiapan infrastruktur pendukung tak boleh diabaikan. Peran Tagana dan pendamping sosial dinilai krusial untuk mendampingi warga dalam proses yang tak mudah ini.

Di sisi lain, laporan dari lapangan justru mengabarkan situasi yang makin mengkhawatirkan. Dinsos Brebes menyebut, gerakan tanah di Desa Mendala ternyata terus meluas. Pemerintah daerah sendiri mengaku sedang menjalani proses relokasi dan mempersiapkan pembangunan hunian tetap lewat rapat koordinasi yang digelar rutin.

Angkanya cukup mencengangkan. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini telah menggusur 176 kepala keluarga atau setara dengan 530 jiwa. Tak hanya itu, 143 unit rumah tercatat mengalami kerusakan.

"Kami menerima laporan 176 kepala keluarga atau 530 jiwa terdampak, serta 143 rumah mengalami kerusakan. Bantuan logistik sudah kami salurkan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk penanganan hunian sementara hingga rencana hunian tetap," ujar Agus Jabo merinci.

Ia menegaskan, meski harus cepat, proses penanganan tak boleh mengabaikan prosedur yang ada. Sinergi tiga level pemerintahan kabupaten, provinsi, dan pusat disebutnya sebagai kunci utama agar semua tahapan bisa berjalan mulus.

Selain mengandalkan stok logistik cadangan, Kemensos juga mengaku berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial Jawa Tengah. Tujuannya satu: memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak tak sampai terabaikan di tengah proses panjang pemulihan ini.

Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, seperti Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta Kepala Dinsos Brebes I. Baehaqi dan Kabid Dayasos Tarsono.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar