Wall Street buka dengan sentimen campur aduk pagi ini. Indeks utama pasar saham AS bergerak naik tipis, meski ada sedikit tekanan di Dow Jones. Situasinya cukup menarik, karena investor tampaknya sedang mencerna laporan ketenagakerjaan terbaru yang datanya ternyata lebih lemah dari perkiraan banyak analis.
Nah, di sisi lain, ada satu hal besar lagi yang bikin pasar menahan napas: keputusan Mahkamah Agung AS soal kebijakan tarif impor Donald Trump. Kabarnya, putusan bakal keluar hari ini juga. Jadi, dua faktor ini data ekonomi dan ketegangan politik seperti jadi penentu arah bursa untuk sesi Jumat (9/1/2026) ini.
Secara rinci, Dow Jones Industrial Average sempat melemah 31,3 poin (0,06%) ke level 49.234,81 saat bel pertama berbunyi. Tapi indeks S&P 500 justru menguat 6,4 poin (0,09%) menjadi 6.927,83. Nasdaq Composite juga ikut naik, meski cuma 16,2 poin atau setara 0,07%, sehingga berada di posisi 23.496,211.
Laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja memang bikin beberapa pihak mengernyit. Pertumbuhan lapangan kerja AS di Desember 2025 melambat lebih dari perkiraan. Cuma ada tambahan 50 ribu pekerjaan di sektor non-pertanian, turun dari November yang 56 ribu. Pelambatan ini terjadi di tengah kehati-hatian perusahaan dalam merekrut, didorong oleh kebijakan tarif dan gelombang investasi besar-besaran ke teknologi AI yang mengubah banyak hal.
Artikel Terkait
OJK Siapkan Aturan Free Float Baru, Pasar Modal Bakal Diguncang Mulai 2026
Gadai Tembus Rp125 Triliun, Sinyal Darurat atau Peluang di Tengah Krisis?
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru
Pefindo Beri Peringkat IdBBB+ untuk SOLA, Prospek Stabil dengan Catatan Diversifikasi