Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung

- Jumat, 09 Januari 2026 | 22:50 WIB
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung

Wall Street buka dengan sentimen campur aduk pagi ini. Indeks utama pasar saham AS bergerak naik tipis, meski ada sedikit tekanan di Dow Jones. Situasinya cukup menarik, karena investor tampaknya sedang mencerna laporan ketenagakerjaan terbaru yang datanya ternyata lebih lemah dari perkiraan banyak analis.

Nah, di sisi lain, ada satu hal besar lagi yang bikin pasar menahan napas: keputusan Mahkamah Agung AS soal kebijakan tarif impor Donald Trump. Kabarnya, putusan bakal keluar hari ini juga. Jadi, dua faktor ini data ekonomi dan ketegangan politik seperti jadi penentu arah bursa untuk sesi Jumat (9/1/2026) ini.

Secara rinci, Dow Jones Industrial Average sempat melemah 31,3 poin (0,06%) ke level 49.234,81 saat bel pertama berbunyi. Tapi indeks S&P 500 justru menguat 6,4 poin (0,09%) menjadi 6.927,83. Nasdaq Composite juga ikut naik, meski cuma 16,2 poin atau setara 0,07%, sehingga berada di posisi 23.496,211.

Laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja memang bikin beberapa pihak mengernyit. Pertumbuhan lapangan kerja AS di Desember 2025 melambat lebih dari perkiraan. Cuma ada tambahan 50 ribu pekerjaan di sektor non-pertanian, turun dari November yang 56 ribu. Pelambatan ini terjadi di tengah kehati-hatian perusahaan dalam merekrut, didorong oleh kebijakan tarif dan gelombang investasi besar-besaran ke teknologi AI yang mengubah banyak hal.

Tapi, jangan salah. Ada secercah kabar baik di balik angka itu. Tingkat pengangguran malah turun jadi 4,4%. Bagi banyak pengamat, kondisi ini justru memberi ruang bagi Federal Reserve untuk bersikap lebih sabar, dengan kemungkinan besar mempertahankan suku bunga acuan bulan ini.

Namun begitu, fokus pasar perlahan bergeser ke gedung Mahkamah Agung. Pengadilan tertinggi AS dijadwalkan memberi keputusan penting hari ini, termasuk soal gugatan terhadap tarif global yang digulirkan Presiden Trump. Ini bukan cuma soal angka bea masuk.

Kasus ini jadi ujian besar. Ujian terhadap kekuasaan eksekutif, dan sejauh mana pengadilan berani mengkaji ulang klaim kewenangan presiden yang sangat luas sejak Trump kembali berkuasa awal 2025. Dampak putusannya nanti, jelas, bakal terasa hingga ke ekonomi global.

Jadi, pasar saham hari ini seperti ditentukan oleh dua narasi: data ekonomi yang memberi sinyal campuran, dan ketegangan hukum-politik yang menunggu titik terang. Menunggu memang jadi menu utama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar