Tapi, jangan salah. Ada secercah kabar baik di balik angka itu. Tingkat pengangguran malah turun jadi 4,4%. Bagi banyak pengamat, kondisi ini justru memberi ruang bagi Federal Reserve untuk bersikap lebih sabar, dengan kemungkinan besar mempertahankan suku bunga acuan bulan ini.
Namun begitu, fokus pasar perlahan bergeser ke gedung Mahkamah Agung. Pengadilan tertinggi AS dijadwalkan memberi keputusan penting hari ini, termasuk soal gugatan terhadap tarif global yang digulirkan Presiden Trump. Ini bukan cuma soal angka bea masuk.
Kasus ini jadi ujian besar. Ujian terhadap kekuasaan eksekutif, dan sejauh mana pengadilan berani mengkaji ulang klaim kewenangan presiden yang sangat luas sejak Trump kembali berkuasa awal 2025. Dampak putusannya nanti, jelas, bakal terasa hingga ke ekonomi global.
Jadi, pasar saham hari ini seperti ditentukan oleh dua narasi: data ekonomi yang memberi sinyal campuran, dan ketegangan hukum-politik yang menunggu titik terang. Menunggu memang jadi menu utama.
Artikel Terkait
Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar
Trump Panggil Raksasa Minyak, Tawarkan Venezuela dengan Garansi 100 Miliar Dolar
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera