Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:12 WIB
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera

Angka yang muncul dari bencana di ujung tahun lalu sungguh memilukan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, menyebut hampir 190 ribu rumah rusak akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh hingga Sumatera pada akhir November 2025. Data ini ia sampaikan dalam sebuah rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1), yang menghadirkan satgas dari DPR dan pemerintah.

“Per Jumat (9/1) jam 5 sore, total 189 ribu rumah terdampak. Tadi Pak Mendagri sudah punya data, kami berusaha untuk menyingkronkan karena kami sudah punya Satgas sendiri,”

ujar Ara.

Di tengah upaya menghitung kerusakan, langkah lain juga sudah mulai dijalankan. Ara menjelaskan, kementeriannya kini membantu pemerintah daerah mencari lokasi untuk hunian tetap bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

“Jumlah lahan rencana lokasi itu, di Aceh kami ada 153 lahan, tanah tahap identifikasi ada 17. Di Sumatera Utara ada 16 lokasi. Di Sumatera Barat ada 28 lokasi,”

tuturnya.

“Luas lahan lokasi di Aceh ada 473 hektare, Sumatera Utara 56 hektare, Sumatera Barat 53 hektare,”

sambungnya memberikan rincian.

Gambaran Kerusakan: Bukan Sekedar Angka

Di balik statistik itu, tersimpan kisah pilu ribuan keluarga. Rincian kerusakan rumah di setiap provinsi memperlihatkan betapa dahsyatnya dampak bencana ini.

Aceh

  • Rusak hanyut: 13.969 unit. Bayangkan, rumah-rumah itu hilang begitu saja diterjang air.
  • Rusak sedang: 40.103
  • Rusak ringan: 64.740

Sumatera Utara

  • Rusak hanyut: 937
  • Rusak sedang: 3.616
  • Rusak ringan: 18.341

Sumatera Barat

  • Rusak hanyut: 791
  • Rusak sedang: 2.842
  • Rusak ringan: 6.627

Angka-angka di atas bukanlah daftar biasa. Itu adalah potret nyata dari sebuah darurat yang membutuhkan respons cepat dan solid. Pencarian lahan untuk hunian tetap adalah awal yang baik, tapi jalan menuju pemulihan total masih sangat panjang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar