Jumat pagi di JIEXPO Kemayoran, suasana sudah ramai. Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal 2025 yang digelar Pemprov DKI. Tema tahun ini cukup dalam: 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'.
Dalam sambutannya, Nasaruddin langsung menukik ke persoalan mendasar. Baginya, keluarga adalah fondasi segalanya. Kekuatan sebuah bangsa, ujung-ujungnya bermula dari ketahanan unit yang paling kecil ini.
"Dalam tradisi spiritual mana pun, keluarga adalah madrasah pertama kemanusiaan," ujarnya.
"Tempat manusia belajar mencintai sebelum berbicara, belajar berbagi sebelum belajar memiliki."
Poinnya jelas. Rapuhnya keluarga, menurutnya, bakal langsung menggoyang masyarakat. Sebaliknya, kedamaian di rumah akan melahirkan komunitas yang harmonis. "Tidak mungkin ada negara ideal tanpa masyarakat ideal, dan tidak mungkin ada masyarakat ideal tanpa disusun di atas keluarga yang tidak berantakan," tegasnya. Logikanya sederhana, tapi sering terabaikan.
Di sisi lain, sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia punya cara pandang unik tentang Natal. Bagi Nasaruddin, perayaan ini adalah semacam momen jeda yang diperlukan. Refleksi di tengah hiruk-pikuk zaman now. Natal mengajak kita berhenti sejenak, menengok ke dalam.
"Apakah kita masih punya ruang bagi Tuhan? Apakah keluarga kita masih menjadi tempat kasih?" tanyanya, menyentuh sisi personal setiap pendengar.
Tak lupa, ia menyoroti konteks Jakarta sebagai panggungnya. Ibu kota dengan segala kemajemukannya ini dinilainya telah berupaya baik. Pemerintah Provinsi DKI, menurut Nasaruddin, berhasil menciptakan ruang-ruang kebersamaan yang krusial.
"Di kota ini semua identitas bertemu, semua perbedaan berjumpa. Maka kerukunan Jakarta bukan pilihan, tetapi keniscayaan sejarah," katanya.
Apresiasi pun ia sampaikan. Upaya nyata menghadirkan peluang kebersamaan, dari perayaan agama hingga dialog, dinilainya sebagai kunci. Yang penting, setiap keluarga bisa beribadah dengan tenang dan aman. Itu intinya.
Acara itu sendiri berlangsung khidmat. Tampak jelas, pesan tentang keluarga dan kerukunan itu bukan sekadar retorika, tapi sesuatu yang diupayakan betul di tengah dinamika ibu kota.
Artikel Terkait
Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Iran 3-1 di Laga Perdana AVC Cup 2026
Jonatan Christie Akhirnya Tembus Final Indonesia Open 2026, Hadapi Kejutan Asal Kanada
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Berkas Perkara Ijazah Jokowi Gugur Secara Administrasi
Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Bernama Zac