Getaran kembali terasa di Sukabumi. Tepatnya hari Selasa (24/2/2026) pagi, pukul sepuluh lewat delapan menit, gempa berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 26 kilometer arah timur laut dari Sukabumi. Koordinatnya 6.75 LS dan 106.57 BT, dengan kedalaman yang cukup dangkal, hanya 6 kilometer di bawah permukaan.
Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, gempa ini masuk kategori gempa dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelasnya melalui keterangan tertulis.
Lantas, seberapa kuat getarannya dirasakan warga? Di Kalapanunggal dan Kabandungan, guncangannya mencapai Skala Intensitas III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah, mirip seperti saat truk besar melintas. Sementara di Leuwiliang, dilaporkan berkisar antara II hingga III MMI beberapa orang merasakannya, dan benda-benda ringan yang digantung pun terayun.
Namun begitu, kabar baiknya datang dari laporan dampak. Hartanto memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan yang disebabkan gempa tersebut. Situasi juga tampak tenang pascagempa.
“Hingga pukul 10:26 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” tambah Hartanto.
Jadi, meski sempat membuat waspada, gempa pagi ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kerusakan. Warga pun bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
Artikel Terkait
Waspada Angin Kencang hingga 35 km/jam, BMKG Imbau Masyarakat Sulsel Bagian Selatan Tingkatkan Kewaspadaan
Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina Picu Evakuasi Massal Pasien RS Siloam Manado
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Senin, Waspada Angin Kencang
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka