Pasar saham domestik menyambut Senin dengan senyuman. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, melonjak 41,26 poin atau 0,48 persen ke level 8.674. Sentimen positif langsung terasa sejak bel pertama berbunyi.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pasar valuta asing. Rupiah justru terlihat kesulitan melawan tekanan dolar AS. Menurut pantauan Bloomberg sekitar pukul sembilan pagi, mata uang kita melemah 27 poin ke posisi Rp 16.675 per dolar. Pelemahan itu setara dengan 0,16 persen.
Lalu, bagaimana dengan bursa-bursa regional lainnya? Situasinya ternyata beragam, tidak seragam.
Shanghai Composite asal Tiongkok jadi pengecualian dengan performa yang cukup mencengangkan. Indeksnya melesat 4,11 persen ke level 3.906. Kenaikan tajam ini menjadi sorotan tersendiri di tengah kondisi Asia yang sebagian besar lesu.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia justru tercatat melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,18 persen ke 50.402. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong tergelincir lebih dalam, 0,53 persen, ke posisi 25.947.
Tak jauh berbeda, Straits Times Index (STI) Singapura juga mencatatkan penurunan sebesar 0,23 persen, bertengger di level 4.520.
Jadi, pada awal pekan ini IHSG berhasil tampil sebagai salah satu yang positif. Meski rupiah sedikit tertekan, kinerja saham memberi angin segar. Perbedaan dinamika antara pasar saham dan valas ini memang kerap terjadi, menunjukkan aliran dana dan sentimen yang bisa bergerak tak selalu searah.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020