Tiga Senator Demokrat Desak Trump Kembalikan Tarif Rp 2.900 Triliun Usai Putusan MA

- Selasa, 24 Februari 2026 | 12:50 WIB
Tiga Senator Demokrat Desak Trump Kembalikan Tarif Rp 2.900 Triliun Usai Putusan MA

Tiga senator AS dari kubu Demokrat mendesak Donald Trump segera mengembalikan uang tarif. Jumlahnya fantastis: 175 miliar dolar AS, atau kalau dirupiahkan, nyaris menyentuh angka Rp 2.900 triliun.

Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Trump ternyata melanggar konstitusi. Putusan itu sekaligus membatalkan kebijakan tersebut. Menurut sejumlah saksi, suasana di Capitol Hill langsung memanas.

Nah, yang paling vokal menekan Trump adalah Senator Ron Wyden (Oregon), Ed Markey (Massachusetts), dan Jeanne Shaheen (New Hampshire). Mereka tak cuma berteriak. Rencananya, mereka akan mengajukan rancangan undang-undang khusus.

Isi RUU itu cukup tegas. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS diwajibkan mengembalikan dana penuh dalam waktu 180 hari. Tak cuma pokoknya, bunga dari dana itu juga harus dibayar. Yang menarik, pengembalian akan diprioritaskan untuk usaha kecil. Sementara importir dan perusahaan besar didorong untuk meneruskan pengembalian dana itu ke konsumen akhir.

Wyden, dengan nada keras, menyalahkan kebijakan Trump.

"Skema pajak ilegal Trump telah menyebabkan kerusakan jangka panjang," ujarnya. "Kerusakan itu dirasakan keluarga biasa, usaha kecil, dan para produsen yang terus dihantam gelombang tarif baru."

Namun begitu, jalan RUU ini untuk jadi undang-undang terbilang sangat terjal. Saat ini, kendali legislatif ada di tangan Partai Republik, sekutu utama Trump. Peluangnya untuk lolos dianggap tipis oleh banyak pengamat.

Di sisi lain, Trump sendiri tampaknya ogah-ogahan. Usai putusan Mahkamah Agung, dia memberi sinyal enggan mengembalikan uang tersebut. Alasannya? Dia berkilah bahwa putusan pengadilan tidak secara eksplisit memerintahkan pengembalian dana. Sikapnya itu memantik kritik lebih lanjut.

Jadi, meski desakan dari tiga senator itu keras, realitas politik di Washington bisa jadi penghalang terbesar. Perdebatan soal triliunan rupiah ini diprediksi masih akan berlarut-larut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar