Bocah 5 Tahun Tewas Terhanyut di Selokan Sleman

- Senin, 19 Januari 2026 | 10:54 WIB
Bocah 5 Tahun Tewas Terhanyut di Selokan Sleman

Dini hari yang sunyi di Sleman berubah pilu. Senin (19/1) lalu, seorang anak laki-laki berusia lima tahun ditemukan meninggal di Selokan Mataram, tepatnya di Dusun Kutu Asem, Kalurahan Sinduadi. Bocah malang itu berinisial MIFR.

Laporan pertama masuk ke Polsek Mlati tak lama setelah tengah malam, tepatnya pukul 00.20 WIB. Tim pun segera bergerak menuju lokasi. Namun, situasi di sana sudah ramai oleh warga yang berkerumun.

AKP Salamun, Kasi Humas Polres Sleman, menjelaskan kronologinya. "Sesampainya di TKP, petugas mendapati korban sudah tidak ada di tempat," ujarnya.

Rupanya, orang tua si anak sudah lebih dulu membawanya ke RSA UGM menggunakan mobil pribadi.

Sayangnya, semua usaha sudah terlambat. Keterangan dari rumah sakit menyebut, nyawa korban telah pergi lebih dari sepuluh menit sebelum pemeriksaan medis dilakukan. Yang cukup membuat hati trenyuh, tidak ada bekas kekerasan apa pun pada tubuh mungilnya.

Laporan dari Jalanan

Cerita bermula lebih awal, sekitar pukul 23.50 WIB. Saat itu, sejumlah warga yang sedang ronda mendapat kabar mengejutkan dari seorang pengendara motor. Pengendara itu melaporkan melihat benda yang mirip anak kecil, hanyut terbawa arus sungai.

Mereka pun buru-buru mengecek. Benar saja, di aliran sungai itu ditemukan seorang anak dalam kondisi tertelungkup. Dengan sigap, warga langsung mengevakuasi korban.

Malam yang Berantakan

Dari keterangan orang tuanya kepada polisi, malam itu sang ibu tidur bersama MIFR. Itu sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara sang ayah, seperti biasa, keluar rumah untuk menjalankan ronda.

Sekitar pukul 23.00, sang ayah pulang. Yang ditemui membuat dadanya sesak: pintu rumah terbuka lebar, dan ranjang tempat anaknya tidur sudah kosong.

"Orang tua korban langsung kalang kabut mencari," kata Salamun menggambarkan kepanikan saat itu. Pencarian itu berakhir dengan kabar paling buruk: anak mereka telah ditemukan di dalam sungai.

Sampai saat ini, Unit Reskrim Polsek Mlati masih mendalami kasus menyedihkan ini. "Kami akan lakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian," tegas Salamun.

Ia menambahkan, "Bila nanti ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar