Identitas Zohran Mamdani memang mencakup keyakinannya sebagai seorang Muslim, tapi itu cuma satu warna dalam palet kehidupannya yang jauh lebih kaya.
Dilahirkan di Uganda, ia adalah anak dari dua sosok berpengaruh: sang ibu, Mira Nair, sutradara film ternama, dan ayahnya, Mahmood Mamdani, seorang akademisi terpandang. Masa kecilnya diwarnai perpindahan dari Afrika Selatan, lalu akhirnya tiba di New York saat usianya menginjak tujuh tahun. Perjalanan itu sendiri sudah seperti sebuah pendidikan.
Hidup di tengah berbagai benua dan budaya bukan sekadar soal tempat tinggal. Pengalaman itu membentuk cara pandangnya. Menurut sejumlah saksi yang mengenalnya, Zohran tumbuh dengan empati yang dalam, terutama untuk mereka yang terpinggirkan. Mungkin itu sebabnya, isu seperti penderitaan rakyat Gaza begitu menyentuh hatinya ia paham betul rasanya berada di antara dunia yang berbeda.
Dedikasinya pada isu keadilan sosial bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil, ia sering diajak orang tuanya turun ke jalan, ikut dalam unjuk rasa. Ia melihat sendiri ketimpangan yang ada, di depan matanya. Hal-hal itulah yang mengasah nuraninya.
Kini, di kota yang dulu ia datangi sebagai seorang anak, Zohran Mamdani menjalankan peran barunya. Semangatnya tetap sama: memperjuangkan persatuan dan mendukung setiap warga New York, tanpa terkecuali.
(Foto: Zohran Mamdani kecil dan sekarang)
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk