Belum ada konfirmasi resmi mengenai langkah politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Namun, kabar yang beredar menyebutkan bahwa ia akan bergabung dengan Partai Gerindra. Isu ini memicu berbagai analisis tentang pergeseran peta politik Indonesia pasca Pemilu 2024.
Budi Arie Setiadi dan Pergeseran Koordinat Kekuasaan
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyoroti dinamika ini. Melalui akun Instagramnya, Hensat menyindir bahwa langkah ini bukan sekadar "pindah hati", melainkan lebih kepada "pindah koordinat kekuasaan". Hal ini dilihat sebagai bentuk penyesuaian barisan pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan arah kekuasaan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Dari Pendukung Setia Jokowi ke Era Politik Baru
Reputasi Budi Arie Setiadi sangat identik dengan dukungannya kepada Jokowi. Ia adalah pendiri relawan Projo (Pro Jokowi) sejak Pilpres 2014 dan menjadi figur kunci yang mengawal Jokowi selama dua periode. Langkah potensialnya ke Gerindra kini ditafsirkan sebagai sebuah strategi politik untuk tetap relevan dalam peta kekuasaan yang baru.
Pertanyaan Besar: Strategi atau Perintah?
Hendri Satrio menambahkan analisisnya dengan nada satir. Menurutnya, jika kabar ini benar, pertanyaan kunci bukanlah "mengapa" hal itu terjadi, tetapi "siapa yang menyuruh?".
Hensat menyoroti bahwa terdapat beragam tafsir atas langkah ini. Beberapa melihatnya sebagai strategi jangka panjang untuk bertahan di lingkar kekuasaan. Sementara itu, pandangan lain yang lebih sinis menyebutkan bahwa ini semata-mata merupakan bentuk menjalankan perintah dari atas.
Editor: Yuliana Sari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI