Pertemuan itu berlangsung di Vatikan, menghadirkan para kardinal dari berbagai penjuru dunia. Dalam forum tertutup selama dua hari itu, Paus Leo XIV dengan tegas menyoroti satu hal: pentingnya mendengarkan korban pelecehan seksual. Ini bukan topik utama pertemuan, tapi Paus memilih mengangkatnya di pidato penutup.
Menurut transkrip resmi, suaranya terdengar berat. "Mendengarkan sangat penting," ujarnya. "Kita tidak bisa menutup mata kita, atau hati kita."
Ia mengakui, persoalan pelecehan terhadap anak-anak dan orang dewasa yang rentan oleh oknum imam masih menjadi luka yang menganga bagi Gereja Katolik. Bahkan, di banyak tempat, luka itu belum juga kering. Paus melihat ini sebagai masalah serius yang perlu dihadapi, bukan dihindari.
"Saya ingin mengatakan, dan mendorong Anda untuk membagikan ini kepada para uskup," lanjutnya, "seringkali penderitaan para korban diperparah oleh kenyataan bahwa mereka tidak diterima dan didengarkan."
Nada bicaranya personal. Ia bercerita tentang pertemuannya dengan seorang korban. Kisah itu rupanya meninggalkan kesan mendalam.
"Seorang korban baru-baru ini mengatakan kepada saya bahwa hal yang paling menyakitkan baginya adalah tidak ada uskup yang mau mendengarkannya," ungkap Paus Leo.
Memang, pelecehan itu sendiri sudah melukai. Tapi penolakan dan sikap dingin dari institusi, katanya, justru kerap memperpanjang penderitaan. "Seringkali skandal di Gereja terjadi karena pintu telah ditutup," tegasnya.
Konsistori yang dihadiri sekitar 170 kardinal ini sendiri membahas arah masa depan Gereja. Meski begitu, Paus menyelipkan pesan kuat tentang akuntabilitas dan empati. Sebagai tindak lanjut, ia sudah mengundang mereka untuk bertemu lagi akhir Juni nanti pertemuan yang rencananya akan diadakan rutin tiap tahun.
Paus Leo XIV sendiri baru memimpin Gereja sejak Mei lalu, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat. Tampaknya, isu sensitif ini akan menjadi salah satu fokus perhatiannya.
Artikel Terkait
Wanita 20 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan
Menko Polkam dan Mendagri Tinjau Langsung Program Sekolah Rakyat di Kendari
Bupati Pandeglang Dilantik Jadi Staf Ahli, DPRD Desak Pencopotan Pejabat Berstatus Tersangka Kecelakaan Maut
Pemuda di Bekasi Bunuh Keponakan Usai Dua Hari Tak Minum Obat Epilepsi