Pertemuan itu berlangsung di Vatikan, menghadirkan para kardinal dari berbagai penjuru dunia. Dalam forum tertutup selama dua hari itu, Paus Leo XIV dengan tegas menyoroti satu hal: pentingnya mendengarkan korban pelecehan seksual. Ini bukan topik utama pertemuan, tapi Paus memilih mengangkatnya di pidato penutup.
Menurut transkrip resmi, suaranya terdengar berat. "Mendengarkan sangat penting," ujarnya. "Kita tidak bisa menutup mata kita, atau hati kita."
Ia mengakui, persoalan pelecehan terhadap anak-anak dan orang dewasa yang rentan oleh oknum imam masih menjadi luka yang menganga bagi Gereja Katolik. Bahkan, di banyak tempat, luka itu belum juga kering. Paus melihat ini sebagai masalah serius yang perlu dihadapi, bukan dihindari.
"Saya ingin mengatakan, dan mendorong Anda untuk membagikan ini kepada para uskup," lanjutnya, "seringkali penderitaan para korban diperparah oleh kenyataan bahwa mereka tidak diterima dan didengarkan."
Nada bicaranya personal. Ia bercerita tentang pertemuannya dengan seorang korban. Kisah itu rupanya meninggalkan kesan mendalam.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026