Dua Rukun Pokok yang Menentukan Keabsahan Puasa Ramadhan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 03:00 WIB
Dua Rukun Pokok yang Menentukan Keabsahan Puasa Ramadhan

JAKARTA – Bagi umat Islam, puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ibadah yang satu ini punya tata caranya sendiri. Agar sah di mata Allah SWT, ada dua rukun pokok yang mutlak harus dipenuhi. Kalau tidak, puasa kita bisa jadi tak bermakna.

Kewajiban puasa ini sendiri jelas termaktub dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Intinya, Allah memerintahkan orang beriman untuk berpuasa, sama seperti yang diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Tujuannya jelas: agar kita menjadi pribadi yang bertakwa.

Nah, lalu apa saja sih dua pilar utama yang menopang kesahihan puasa kita? Mari kita bahas satu per satu.

Dua Rukun yang Tak Bisa Ditawar

Menurut pandangan jumhur ulama, rukun puasa itu ada dua. Tanpa keduanya, ibadah puasa baik yang wajib maupun sunah bisa dianggap tak berlaku. Pertama adalah niat. Yang kedua adalah imsak, alias menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.

Soal niat ini, para ulama memang punya penekanan khusus untuk puasa fardhu seperti Ramadhan. Niatnya harus sudah "dibetonkan" sejak malam hari, sebelum fajar menyingsing. Batas akhirnya ya saat fajar subuh hampir terbit. Konsep ini dalam fiqih disebut tabyit an-niyah.

Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang tidak berniat sebelum MURIANETWORK.COM, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Namun begitu, aturan ketat ini cuma untuk puasa wajib. Kalau puasa sunah, lebih longgar. Boleh saja berniat di siang hari, asal belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Praktiknya, banyak umat Islam melafalkan niat dengan bunyi:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’aala.”

Artinya, aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar