PT Astra International Tbk (ASII) bersiap membagikan sisa dividennya di pertengahan tahun ini. Nilainya cukup fantastis: total Rp15,8 triliun akan mengalir ke kantong para pemegang saham. Kalau dirinci per lembar saham, angkanya mencapai Rp390.
Sebenarnya, perusahaan konglomerasi ini sudah lebih dulu bagi-bagi uang pada Oktober tahun lalu. Saat itu, dividen interim yang dibagikan sebesar Rp98 per saham. Nah, sisanya itulah yang akan dibagikan sekarang.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, memberikan konfirmasi soal rencana ini pada Jumat (27/2/2026).
"Dividen final sebesar Rp292 per saham akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada bulan April 2026," ujarnya.
Meski jumlahnya besar, ada sedikit penurunan jika dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun buku 2025, dividen per saham turun 3,9 persen dari angka Rp406 di 2024. Hal ini nggak lepas dari kinerja perusahaan yang memang agak melambat.
Laba bersih Astra tercatat Rp32,8 triliun tahun lalu, turun sekitar 3 persen dari posisi Rp33,9 triliun di 2024. Dengan kondisi itu, pembagian dividen ini mengambil porsi 48,15 persen dari total laba bersih. Sisa lainnya, kata perusahaan, akan dipakai buat pengembangan usaha.
Di sisi lain, kondisi keuangan Astra terlihat masih solid. Laporan keuangan per akhir 2025 menunjukkan posisi kas dan setara kas mereka membengkak jadi Rp52,6 triliun. Angka ini lebih tinggi ketimbang akhir 2024 yang 'cuma' Rp48,4 triliun.
Bagaimana dengan respon pasar? Hingga siang tadi, saham ASII melemah 1,12 persen ke level Rp6.650. Dengan harga itu, perhitungan dividend yield-nya kira-kira 4,4 persen untuk dividen final. Kalau dihitung total dividen (interim plus final), yield-nya bisa mencapai 5,9 persen.
Jadi, meski labanya turun sedikit, para investor tetap bisa menikmati bagi hasil yang cukup menarik dari raksasa otomotif ini.
Artikel Terkait
Tagar SjafrieSAfiekalla Trending, Dukungan untuk Afi Kalla di Pilketum Hipmi Menguat
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi