JAKARTA - Hampir dua pekan pasca-ledakan mengguncang SMA Negeri 72 Kelapa Gading, kondisi tiga korban masih memerlukan perhatian serius. Mereka bertiga hingga hari ini terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi perkembangan ini ketika ditemui wartawan pada Kamis (20/11/2025). "Untuk korban yang masih dirawat, tinggal tersisa tiga orang pasien," ujarnya singkat.
Menurut Budi, ketiga korban tersebut kini tercatat terpisah di beberapa fasilitas kesehatan. Satu orang menjalani perawatan di RS Yarsi, satu lagi di RSCM, dan satunya berada di RS Polri. Kondisi mereka terus dipantau.
Ledakan yang memporak-porandakan suasana di SMAN 72 Kelapa Gading itu terjadi pada Jumat (7/11/2025) lalu. Sungguh sebuah keajaiban, insiden mengerikan itu sama sekali tidak memakan korban jiwa. Meski begitu, dampaknya cukup serius total 96 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Di sisi lain, tim Densus 88 Antiteror berhasil mengungkap fakta mencengangkan. Ternyata terduga pelaku membawa tujuh unit peledak ke dalam sekolah. Dari jumlah itu, empat di antaranya benar-benar meledak di dua lokasi berbeda di area sekolah.
Untungnya, tiga bahan peledak lainnya berhasil diamankan sebelum sempat digunakan. Saat ini barang bukti tersebut telah disita petugas untuk diteliti lebih mendalam gung mengungkap motif di balik insiden ini.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Roy Suryo Pertanyakan Kontradiksi Klaim P21 dan Desakan Penahanan
Kuasa Hukum Dokter Oky Pratama Bantah Keterlibatan Klien dalam Kasus Buzzer di Bandung
Peradi Bersatu Desak Polisi Tahan Roy Suryo atas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Prabowo Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Teknologi dan AI, Peringatkan Kepatuhan Hukum