Di ruang rapat Kementerian Sosial, Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan pesan tegas. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), menurutnya, adalah ujung tombak. Mereka yang menentukan sukses atau gagalnya program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial.
Tanpa peran mereka, mustahil mencapai akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data itulah yang jadi fondasi utama, landasan bagi bansos dan perekrutan siswa Sekolah Rakyat agar benar-benar menyasar yang berhak.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pendamping PKH adalah kunci ketepatan sasaran, Sekolah Rakyat maupun bansos tepat sasaran,"
kata Gus Ipul dalam rapat daring yang digelar Kamis (22/1/2026) lalu. Rapat itu sendiri dihadiri ratusan orang, tepatnya 546 ketua tim pendamping dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
Gus Ipul kemudian menjabarkan peran krusial mereka. Para pendamping inilah yang jadi gerbang pertama saat mencari calon murid Sekolah Rakyat. Tugasnya? Menentukan dan memastikan anak-anak yang bakal menimba ilmu di sekolah gratis itu benar-benar berasal dari keluarga paling membutuhkan, yakni kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN. Soalnya, tidak ada mekanisme pendaftaran murid seperti biasa.
"Teman-teman pendamping ini adalah ujung tombak dalam merekrut siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada pembukaan pendaftaran ini, yang ada adalah siapa yang ada di data, dicek ke lapangan. Kalau kita sampai salah sasaran, itu adalah pengkhianatan terhadap mandat negara,"
jelasnya tanpa tedeng aling-aling.
Namun begitu, Gus Ipul juga mengingatkan keras. Ia meminta para pendamping agar tidak main curang dalam proses rekrutmen ini. Semua harus berjalan bersih dan adil. Kecurangan akan berujung pada sanksi tegas.
"Stop, tidak boleh ada (murid) titipan pejabat atau tokoh, titipan keluarga, sogokan dalam bentuk apapun, manipulasi data demi meloloskan pihak tertentu,"
Artikel Terkait
Daan Mogot Tergenang 50 Cm, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total
KPK Geledah Dua Kepala Daerah dalam Dua Hari Beruntun
Hati-Hati, Pakai Sepatu Padel untuk Jalan-Jalan Bisa Rusak dan Bahaya
Gus Ipul Sambut Bupati Bungo dan Merangin, Dorong Daerah Ambil Program Sekolah Rakyat