Gus Ipul Ingatkan Pendamping PKH: Tidak Ada Murid Titipan di Sekolah Rakyat

- Kamis, 22 Januari 2026 | 20:48 WIB
Gus Ipul Ingatkan Pendamping PKH: Tidak Ada Murid Titipan di Sekolah Rakyat

Di ruang rapat Kementerian Sosial, Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan pesan tegas. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), menurutnya, adalah ujung tombak. Mereka yang menentukan sukses atau gagalnya program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial.

Tanpa peran mereka, mustahil mencapai akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data itulah yang jadi fondasi utama, landasan bagi bansos dan perekrutan siswa Sekolah Rakyat agar benar-benar menyasar yang berhak.

"Saya ingin menyampaikan bahwa pendamping PKH adalah kunci ketepatan sasaran, Sekolah Rakyat maupun bansos tepat sasaran,"

kata Gus Ipul dalam rapat daring yang digelar Kamis (22/1/2026) lalu. Rapat itu sendiri dihadiri ratusan orang, tepatnya 546 ketua tim pendamping dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Gus Ipul kemudian menjabarkan peran krusial mereka. Para pendamping inilah yang jadi gerbang pertama saat mencari calon murid Sekolah Rakyat. Tugasnya? Menentukan dan memastikan anak-anak yang bakal menimba ilmu di sekolah gratis itu benar-benar berasal dari keluarga paling membutuhkan, yakni kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN. Soalnya, tidak ada mekanisme pendaftaran murid seperti biasa.

"Teman-teman pendamping ini adalah ujung tombak dalam merekrut siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada pembukaan pendaftaran ini, yang ada adalah siapa yang ada di data, dicek ke lapangan. Kalau kita sampai salah sasaran, itu adalah pengkhianatan terhadap mandat negara,"

jelasnya tanpa tedeng aling-aling.

Namun begitu, Gus Ipul juga mengingatkan keras. Ia meminta para pendamping agar tidak main curang dalam proses rekrutmen ini. Semua harus berjalan bersih dan adil. Kecurangan akan berujung pada sanksi tegas.

"Stop, tidak boleh ada (murid) titipan pejabat atau tokoh, titipan keluarga, sogokan dalam bentuk apapun, manipulasi data demi meloloskan pihak tertentu,"

tegasnya.

"Kita akan melakukan zero tolerance terhadap penyimpangan. Jadi kita tidak menolerasi adanya penyimpangan. Rekrutmen Sekolah Rakyat adalah ujian integritas pendamping, tidak ada kompromi untuk ketidakjujuran, permainan data, penyalahgunaan kewenangan. Dan tolong diingat, pendamping adalah wajah negara di mata rakyat,"

tambah dia, menekankan betapa gentingnya posisi mereka.

Di sisi lain, terkait dengan DTSEN, para pendamping punya tugas rutin. Mereka harus memutakhirkan data di lapangan setiap tiga bulan sekali. Tujuannya jelas: memastikan bantuan sosial tidak salah alamat. Masyarakat pun diajak terlibat aktif untuk mengoreksi jika ada data yang janggal.

"Kuncinya pertama itu adalah transparansi, keterbukaan. Pikiran kita terbuka, sistemnya dibuka, masyarakat diajak bicara sehingga tidak ada lagi upaya-upaya untuk nutup-nutupi data,"

ungkap Gus Ipul.

"Maka itulah sekarang, atas arahan Presiden, data kita buka semuanya dan semua boleh mengoreksi. Teman-teman pendamping harus mengedukasi masyarakat bahwa pendamping tidak menentukan Desil 1, 2, 3. Pendamping hanya mendata untuk dikirim ke BPS. BPS yang akan mengerjakan semuanya untuk membuat perankingan,"

sambungnya, mencoba meluruskan persepsi yang mungkin keliru di masyarakat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar