Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya angkat bicara soal nasib Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah. Intinya, jembatan itu bakal dibangun kembali. Pram begitu ia biasa disapa menekankan bahwa salah satu alasan utamanya adalah untuk memudahkan para penyandang disabilitas.
“Jadi JPO Sarinah dalam kajian, memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,”
ungkapnya usai meninjau sebuah Puskesmas di Kebayoran Lama, Jumat lalu.
Ia mengaku tak menutup mata. Pro dan kontra yang ramai di masyarakat sudah ia lacak, termasuk suara dari kelompok pejalan kaki yang lebih nyaman menyeberang di bawah.
“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya. Masyarakat yang apa, kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah,”
tutur Pram.
Nah, ini yang penting. Menurutnya, pembangunan JPO nanti sama sekali tidak akan menutup akses penyeberangan yang sudah ada di jalan raya. Pelican crossing itu akan tetap berfungsi.
“Enggak (ditutup). Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka. Kemudian, di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap semua enggak ada yang ditutup,”
tegasnya.
Soal kapan tepatnya jembatan itu akan dioperasikan, Pram belum bisa memberikan kepastian. Tapi ia menegaskan komitmennya.
“Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu. Yang jelas sudah dibangun. Dan saya sebagai gubernur sekarang, bertanggung jawab untuk itu,”
tandas dia.
Sebuah Catatan Sejarah
JPO Sarinah bukan sembarang jembatan. Letaknya persis di depan gedung Sarinah, dan ini adalah JPO pertama yang pernah ada di Indonesia. Dulunya, jembatan ini punya nama lain: JPO Kartini.
Alasannya sederhana. Peresmiannya dilakukan pada 21 April 1968, bertepatan dengan hari lahir pahlawan nasional RA Kartini. Gubernur Jakarta kala itu, Ali Sadikin, yang meresmikannya.
Namun, riwayat jembatan ini sempat terputus. Di tahun 2022, pada era kepemimpinan Anies Baswedan, JPO Sarinah dibongkar dan ditutup. Wacana penataan kota dan estetika jadi alasan utamanya agar pemandangan ke arah Patung Selamat Datang dan bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya tak lagi terhalang.
Kini, babak baru untuk jembatan legendaris itu sepertinya akan segera dimulai.
Artikel Terkait
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard, Menteri Fadli Zon Ungkap Kedekatan Keduanya Sejak Taruna
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama
PSG Juara Liga Champions 2026, Momen Kiper Safonov Baca ‘Contekan’ Penalti Arsenal Viral
Puskesmas Tiron di Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar