Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya angkat bicara soal nasib Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah. Intinya, jembatan itu bakal dibangun kembali. Pram begitu ia biasa disapa menekankan bahwa salah satu alasan utamanya adalah untuk memudahkan para penyandang disabilitas.
“Jadi JPO Sarinah dalam kajian, memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,”
ungkapnya usai meninjau sebuah Puskesmas di Kebayoran Lama, Jumat lalu.
Ia mengaku tak menutup mata. Pro dan kontra yang ramai di masyarakat sudah ia lacak, termasuk suara dari kelompok pejalan kaki yang lebih nyaman menyeberang di bawah.
“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya. Masyarakat yang apa, kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah,”
tutur Pram.
Nah, ini yang penting. Menurutnya, pembangunan JPO nanti sama sekali tidak akan menutup akses penyeberangan yang sudah ada di jalan raya. Pelican crossing itu akan tetap berfungsi.
“Enggak (ditutup). Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka. Kemudian, di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap semua enggak ada yang ditutup,”
tegasnya.
Artikel Terkait
Balai Besar POM Makassar Sita 96.000 Butir Obat Keras Ilegal
Pemkab Bone dan BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Koperasi untuk Seluruh Kecamatan
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu