Perum BULOG menyatakan penghormatannya terhadap aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh para petani tebu dan elemen masyarakat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang muncul sebagai respons atas dinamika operasional industri gula di daerah tersebut. Langkah ini diambil perusahaan pelat merah itu sebagai bentuk pengakuan atas keterkaitan erat antara aktivitas pergulaan dengan denyut ekonomi masyarakat setempat.
Dalam pernyataan resminya, BULOG menegaskan bahwa sektor gula memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan hidup banyak pihak, mulai dari petani tebu, tenaga kerja pabrik, pelaku jasa transportasi, hingga berbagai aktivitas usaha penunjang lainnya. Oleh karena itu, setiap gejolak dalam rantai industri ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan masyarakat secara luas.
Menanggapi situasi tersebut, BULOG saat ini tengah mengintensifkan koordinasi dan fasilitasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan sesuai dengan peran, kewenangan, serta ketentuan yang berlaku, dengan tujuan utama menjaga kelancaran proses penyaluran hasil tebu milik petani. Perusahaan pelat merah itu menempatkan fokus pada tiga hal: menjaga situasi tetap kondusif, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta mendorong terciptanya komunikasi yang konstruktif di antara seluruh pihak.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum BULOG, Tomi Wijaya, menekankan bahwa pendekatan dialogis menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menyatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang di lapangan.
“Kami menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani serta menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Tomi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (1/6/2026).
Di sisi lain, BULOG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana yang kondusif. Hal ini dinilai krusial agar proses komunikasi dan penanganan di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Pasutri Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur, Istri Ternyata Residivis Penipuan Serupa
Kemenhag Rilis Jadwal Operasional Haji 1448 H/2027, Persiapan Dimulai Pertengahan 2026
Ibas Sampaikan Duka Mendalam SBY di Pemakaman Jenderal Ryamizard Ryacudu
Polisi Bongkar Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Timur, Pasutri Jadi Tersangka