MOSKOW Sebuah rekaman video serangan rudal dirilis oleh Dmitry Medvedev. Bukan sembarang rekaman, tapi yang menunjukkan gempuran rudal Oreshnik ke wilayah barat Ukraina. Medvedev, yang tak hanya mantan presiden tapi juga Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, punya pesan keras yang menyertainya. Menurutnya, serangan itu adalah peringatan. Khususnya untuk para pemimpin Eropa yang bersikeras hendak mengirim pasukan mereka ke Ukraina.
Bahasa yang digunakannya pun terang-terangan dan kasar. Dia menyebut para pemimpin itu "bodoh".
Ucapnya tegas. Dalam pernyataannya, Medvedev secara spesifik menyebut nama Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Serangan yang terjadi pada Jumat lalu, yang ia sebut sebagai "ganjaran yang sesuai", diklaim telah memorak-porandakan Ukraina.
Di sisi lain, narasi tentang kehebatan rudal Oreshnik ini terus digaungkan. Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia yang juga utusan khusus Putin, ikut angkat bicara. Lewat sebuah unggahan di media sosial X, dia menantang.
Artikel Terkait
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang
Doktif Tegas Tolak Ajakan Damai Richard Lee: Ora Sudi!