Dari Stasiun Gambir yang ramai, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan gambaran tentang puncak arus mudik Lebaran tahun depan. Menurutnya, tanggal 18 Maret 2026 akan menjadi hari yang paling padat. Prediksi itu ia sampaikan Selasa lalu, usai meninjau langsung persiapan angkutan Lebaran di jantung Jakarta.
"Puncak arus mudik, kalau hitungannya, 18 Maret," ungkap Menhub.
Namun begitu, ada harapan agar puncak kepadatan itu tidak terlalu membebani. Kuncinya ada pada kebijakan Work From Anywhere atau WFA. Dengan skema ini, pergerakan pemudik diharapkan bisa tersebar, tidak membanjir hanya di satu hari. Lonjakan penumpang pun lebih bisa dikendalikan.
"Tapi dengan WFA, kita harapkan puncak itu bisa kita sebar, kita bisa distribusi ke tanggal-tanggal mulai dari hari Jumat," lanjutnya.
Persiapan moda transportasi, khususnya kereta api, juga sudah mulai digarap. Dudy menyebut telah dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana. Harapannya sih, semua berjalan optimal sehingga arus mudik nanti aman dan lancar tanpa kendala berarti.
"Tadi juga kami melakukan pengecekan sekaligus untuk persiapan mudik angkutan Lebaran yang terkait dengan kereta. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Secara garis besar, pola penanganan mudik tahun ini tak jauh beda dengan tahun lalu yang dinilai sukses. Meski begitu, tentu ada penyempurnaan di sana-sini. Salah satu yang dikebut adalah soal stimulus tiket pesawat.
Kalau tahun sebelumnya diskonnya cuma sekitar 14 persen, tahun ini pemerintah berani naikin jadi hingga 18 persen. Langkah ini diambil agar layanan semakin baik.
"Ada beberapa kebijakan yang dari tahun kemarin diperbaiki, seperti stimulus tiket pesawat udara, yang tahun lalu hanya sampai sekitar 14 persen, sekarang menjadi hingga 18 persen. Jadi kita berharap apa yang sudah kita lakukan tahun kemarin, bisa lebih baik lagi pada tahun ini," pungkas Dudy.
Artikel Terkait
China Produsen Pertanian Terbesar Dunia, Indonesia Belum Masuk Sepuluh Besar
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun