Suasana di depan Mapolda DIY hari ini sempat memanas. Aksi penyampaian aspirasi yang awalnya berjalan tertib, berubah ricuh. Pagar sisi timur markas kepolisian itu pun menjadi sasaran amuk massa dan mengalami kerusakan. Untungnya, situasi tak berlarut-larut. Aparat berhasil mengendalikan keadaan dan kondisinya kembali kondusif.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, mengaku menyayangkan insiden pengrusakan itu. Meski begitu, dia menegaskan bahwa petugas di lapangan berhasil menstabilkan situasi.
"Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan," ujar Ihsan dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Menurut penjelasannya, aksi ini tak muncul begitu saja. Ini adalah bentuk solidaritas sekaligus kekecewaan publik menyusul tragedi di Tual, Maluku, dimana seorang remaja berinisial AT (14) tewas ditembak anggota Brimob.
Atas peristiwa memilukan itu, kepolisian DIY turut menyampaikan duka.
"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Ihsan.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran Diskon 30% di Daop 9 Jember Hampir Habis
Anak Kandung Diduga Curi Motor Ayahnya di Tanggamus
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Jangkau Daerah Kepulauan
Arab Saudi Naikkan Hadiah Kompetisi Hafalan Al-Quran Jadi Rp40 Miliar