Puluhan Ondel-ondel dan Permainan Tradisional Betawi Meriahkan Car Free Day di Rasuna Said

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:35 WIB
Puluhan Ondel-ondel dan Permainan Tradisional Betawi Meriahkan Car Free Day di Rasuna Said

Puluhan ondel-ondel dan aneka permainan tradisional khas Betawi akan meramaikan gelaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhir pekan ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan atraksi budaya yang tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan bergerak menyusuri sepanjang rute yang biasa digunakan warga untuk berolahraga dan rekreasi.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menerjunkan tiga grup ondel-ondel yang melibatkan sekitar 30 orang. “Ada ondel-ondel nanti sepanjang jalan Rasuna. Jadi tidak di satu titik, tetapi bergerak terus sepanjang kawasan kegiatan,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026).

Sementara itu, pengunjung yang hadir tidak hanya menjadi penonton. Dinas Kebudayaan juga menyediakan permainan tradisional seperti egrang dan gangsing yang bisa langsung dimainkan oleh masyarakat. Kehadiran wahana interaktif ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ingatan kolektif terhadap warisan budaya yang mulai tergerus zaman.

Menurut Miftah, kegiatan ini bukan sekadar hiburan akhir pekan. Ia menegaskan bahwa pelibatan warga secara langsung merupakan strategi pelestarian budaya yang berkelanjutan di tengah derasnya arus digitalisasi. “Keterlibatan warga dalam aktivitas budaya menjadi cara efektif untuk mengenalkan kembali warisan budaya yang mulai jarang dimainkan di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.

Seluruh atraksi yang ditampilkan dalam CFD tersebut melibatkan sanggar seni dan komunitas budaya Betawi. Miftah menjelaskan, momentum ini sekaligus menjadi panggung bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan karya serta tradisi mereka kepada khalayak yang lebih luas. Ia berharap, kehadiran unsur budaya dalam ruang publik dapat memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang tetap menjaga warisan leluhurnya di tengah modernisasi.

“Dengan memanfaatkan momentum HBKB, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan, tetapi juga melalui interaksi langsung yang mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar