Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 02:48 WIB
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan

Di Ankara, Jumat lalu, suasana ruang pertemuan dipenuhi nada serius namun penuh harapan. Indonesia dan Turki baru saja menyelesaikan dialog tingkat tinggi bertajuk pertemuan 2 2. Pertemuan yang melibatkan menteri pertahanan dan luar negeri dari kedua negara ini digelar dengan agenda yang cukup padat.

Hadir langsung di lokasi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono mewakili Indonesia. Dari pihak Turki, pertemuan diisi oleh Menhan Yassar Guler dan Menlu Hakan Fidan. Mereka duduk berhadapan, membahas masa depan hubungan bilateral.

Intinya, kedua delegasi sepakat untuk tidak hanya bicara. Mereka berkomitmen memperdalam kerja sama nyata di berbagai lini. Mulai dari urusan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, hingga isu-isu keamanan yang lebih luas termasuk stabilitas di Gaza.

Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, fokusnya adalah pada aksi, bukan wacana. Hal ini dia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Saya tekankan, kita akan fokus pada implementasi konkret. Mulai dari peningkatan investasi SDM pertahanan secara timbal balik, pendidikan militer, pengembangan teknologi industri pertahanan, hingga kerja sama keamanan di Gaza. Semua ini untuk stabilitas regional dan global,"

Nah, soal implementasi itu, Sjafrie juga memberi gambaran waktu. Rencana aksi tidak akan ditunda-tunda.

"Dalam waktu dekat, rencana implementasi yang konkret akan disusun dan dipantau bersama. Ini komitmen nyata kami untuk membuat kerja sama Indonesia–Turkiye semakin kokoh dan berkelanjutan,"

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan konteks yang sedikit berbeda. Dia menjelaskan bahwa pertemuan ini sebenarnya adalah mandat langsung dari Presiden Prabowo. Tujuannya untuk menindaklanjuti forum High-Level Strategic Cooperation Council (HLSCC) yang telah berjalan sejak tahun lalu.

"Pertemuan 2 2 ini adalah platform kunci. Fungsinya untuk memperkuat koordinasi kita di bawah partnership yang sudah bersifat strategis dan komprehensif,"

Ungkapan itu dia sampaikan lewat akun X-nya, melengkapi pernyataan resmi dari delegasi. Dengan demikian, pertemuan di Ankara bukan sekadar seremonial. Ia adalah batu pijakan menuju kerja sama yang lebih terukur dan berdampak. Hasil pembicaraan hangat itu diharapkan segera terwujud dalam aksi nyata, mengawali babak baru hubungan kedua negara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar