Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Terhambat Aliran Air Deras di Bawah Badan Jalan

- Minggu, 31 Mei 2026 | 07:45 WIB
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Terhambat Aliran Air Deras di Bawah Badan Jalan
Proses perbaikan jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, masih terus berlangsung dan diperkirakan memakan waktu lebih lama akibat adanya aliran air deras yang mengalir di bawah badan jalan. Pantauan di lokasi pada Sabtu (30/5) menunjukkan bahwa titik jalan yang sebelumnya ambles kini telah ditutup sementara menggunakan pelat besi agar kendaraan tetap dapat melintas. Meski demikian, lubang di sisi bahu jalan masih terlihat jelas, memperlihatkan aliran air yang menggerus struktur di bawah permukaan aspal. Air yang telah bercampur dengan tanah tampak mengalir sangat deras dari bawah jalan. Tidak hanya air, serpihan material tanah dan batu juga ikut hanyut terbawa arus, menandakan kondisi tanah di bawah permukaan masih labil. Di dekat lubang aliran tersebut, terdapat sejumlah tiang internet dan tiang listrik yang berpotensi roboh jika struktur tanah terus tergerus. Sebagai langkah antisipasi, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengaitkan dan mengikat tiga tiang tersebut menggunakan tali merah agar tidak tumbang. Sementara itu, area di sekitar lubang telah dibatasi ketat dengan garis polisi, barier oranye, dan pagar proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Di lokasi, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Polisi Lalu Lintas, Satpol PP, hingga PPSU bersiaga penuh. Mereka terus memantau perkembangan struktur jalan dan mengatur kelancaran lalu lintas dari arah Lenteng Agung menuju Depok. Akibat pembatasan yang diberlakukan, lajur yang bisa dilalui kendaraan menjadi lebih sempit dibandingkan sebelumnya yang sempat diupayakan tetap dibuka hingga tiga lajur. Meski jalur masih dapat dilalui, petugas tetap berjaga secara bergantian untuk mengantisipasi potensi longsor susulan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar