MURIANETWORK.COM - Kementerian Koperasi dan UKM mencanangkan Koperasi Desa Merah Putih di Tamanmartani, Sleman, sebagai model nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan ekosistem bisnis, percepatan digitalisasi, dan optimalisasi produk lokal. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung koperasi desa agar beroperasi layaknya ritel modern yang mengutamakan produk masyarakat setempat.
Fokus pada Kualitas Operasional dan Manfaat Nyata
Dalam kunjungan kerjanya ke Sleman, Menteri Ferry Juliantono menekankan bahwa kesuksesan sebuah koperasi desa tidak diukur dari kemegahan fisiknya. Ukuran sesungguhnya terletak pada kualitas operasional sehari-hari dan manfaat konkret yang dirasakan oleh seluruh anggotanya. Ia berharap model di Sleman dapat berfungsi secara optimal dan menjadi teladan bagi daerah lain.
Untuk mencapai hal itu, Ferry mendorong adaptasi teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dukungan pelatihan dari kementerian pun disiapkan untuk membekali pengelola, pengurus, dan pengawas koperasi.
"Sistemnya harus disiapkan betul, termasuk serah terima barang, digitalisasi, hingga SDM. Lima Kopdes di Kabupaten Sleman ini harus kita jadikan model," tegas Ferry dalam sebuah keterangan tertulis.
Dari Perdagangan ke Produksi: Dorongan ke Sektor Rill
Langkah strategis lainnya adalah mendorong koperasi agar tidak hanya berperan sebagai penyalur barang, tetapi juga merambah ke sektor produksi. Pemerintah mendorong pengembangan industri kecil lokal, seperti pabrik kecap, yang produknya kemudian dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi desa.
Komitmen ini diperkuat dengan kesiapan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi untuk memberikan dukungan pembiayaan bagi koperasi yang fokus pada sektor produktif. Dampak berantai dari langkah ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara lebih luas.
"Kalau ada yang berniat membuat pabrik kecap, saya akan bantu supaya berdiri. Produk-produk itu nanti bisa dijual melalui koperasi desa," janji Ferry.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik komitmen pemerintah pusat ini. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan yang solid antar tingkat pemerintahan dan pelaku usaha agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Harmonisasi aturan dinilai krusial untuk memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi operasional koperasi desa.
"Semoga kebijakan yang akan terbit maupun yang belum terbit benar-benar memberikan ruang gerak agar koperasi dapat berjalan dengan baik," harap Harda.
Dukungan juga datang dari dunia usaha. Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menyuplai berbagai komoditas, mulai dari beras hingga kecap, ke dalam jaringan Koperasi Merah Putih. Sinergi ini sekaligus membuka pintu kolaborasi bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.
"Kami sedang mengolah beras, kecap, saus, seluruh lini yang ada dapat disuplai oleh HIPMI. Kami berkomitmen bersinergi dengan koperasi dan Kemenkop," ungkap Ekawati.
Harapan dari Tingkat Tapak
Di tingkat pelaksana, Ketua Kopdes Merah Putih Tamanmartani, Mawardi, mengakui bahwa koperasinya yang telah memiliki 1.412 anggota masih memerlukan dukungan yang lebih besar. Bantuan suplai produk dari mitra seperti HIPMI serta perluasan jaringan pemasaran menjadi harapan agar koperasi dapat benar-benar menjadi penggerak utama perekonomian di tingkat desa.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, dunia usaha, dan pengelola koperasi, langkah transformasi Koperasi Desa Merah Putih di Sleman ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik di lapangan untuk kesejahteraan bersama.
Artikel Terkait
15 Tewas dalam Kecelakaan Mini Bus di Badakhshan, Afghanistan
Pemerintah Intensifkan Pengawasan Harga Sembako Jelang Ramadan 2026
Gubernur Sulut Pimpin Aksi Bersih-Bersih Massal di Tujuh Titik Pesisir Manado
Tanah Longsor Tutup Sebagian Jalan Penghubung Malang-Kediri