Menhan Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif di Dompu, Tekankan Peran TNI sebagai Tentara Rakyat

- Senin, 09 Februari 2026 | 00:45 WIB
Menhan Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif di Dompu, Tekankan Peran TNI sebagai Tentara Rakyat

MURIANETWORK.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kesiapan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pemukiman (TP) 875/Sangga Yudha Perkasa di Doro Mboha, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7 Februari). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan kesiapan operasional satuan, mulai dari kondisi personel hingga kelayakan fasilitas pendukung di markas.

Inspeksi Fasilitas dan Sapaan Langsung ke Prajurit

Dalam kunjungannya, Sjafrie tidak hanya memeriksa aspek administratif. Ia turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi fasilitas latihan, akomodasi tempat tidur, hingga dapur umum yang digunakan prajurit. Di sela inspeksi, ia juga menyempatkan diri berbincang dan menyapa para anggota yang bertugas, sebuah langkah yang menunjukkan perhatian terhadap kondisi nyata di kesatuan terdepan.

Pesan Menhan: TNI adalah Tentara Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menyampaikan pesan khusus tentang esensi pengabdian Tentara Nasional Indonesia. Ia menekankan hubungan organik antara prajurit dan masyarakat yang dilayani.

"Saya menegaskan bahwa prajurit TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat dan mengabdi sepenuhnya demi keutuhan NKRI," ujarnya.

Peran Strategis di Luar Tugas Pertahanan

Lebih jauh, Menhan memberikan konteks yang lebih luas tentang peran satuan teritorial seperti Yonif TP 875/SYP. Menurut penilaiannya, keberadaan prajurit di daerah tidak terbatas pada fungsi pertahanan semata. Mereka juga berperan aktif dalam memperkuat perekonomian lokal, antara lain melalui program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur wilayah, yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan

Untuk mendukung peran ganda yang kompleks tersebut, Sjafrie berharap para prajurit terus memperkuat kapasitas diri. Persiapan melalui disiplin latihan yang rutin, pembinaan kesehatan, dan peningkatan pendidikan dinilai sebagai kunci utama. Hal ini dianggap penting untuk memastikan setiap personel memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan segala tugasnya, baik yang bersifat militer maupun pembangunan.

Kunjungan dan dialog langsung seperti ini diharapkan dapat memompa semangat dan motivasi prajurit. Dalam dunia militer, moral personel yang tinggi sering kali menjadi faktor penentu yang sama pentingnya dengan kelengkapan alat utama sistem persenjataan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar