BYD Siapkan Lembaga Pembiayaan Sendiri untuk Dongkrak Pasar Mobil Listrik

- Minggu, 14 Desember 2025 | 17:40 WIB
BYD Siapkan Lembaga Pembiayaan Sendiri untuk Dongkrak Pasar Mobil Listrik

BYD Motor Indonesia sedang mengamati dengan saksama perkembangan ekosistem mobil listrik di sini. Ternyata, yang masih jadi soal bukan cuma soal stasiun pengisian daya. Lembaga pembiayaan untuk kredit kendaraan listrik pun masih bisa dihitung jari.

Kondisi itu rupanya mendorong pabrikan asal China tersebut untuk ambil langkah sendiri. Mereka berencana menghadirkan layanan pembiayaan secara mandiri pada 2026 mendatang.

Memang, kalau kita lihat, sangat sedikit perusahaan pembiayaan yang mau melayani kredit mobil listrik. Alasannya klasik: nilai jual kembali atau resale value kendaraan listrik di Indonesia masih dianggap belum stabil. Hal ini bikin perusahaan pembiayaan berpikir dua kali sebelum mengucurkan dana ke konsumen.

Nah, karena itulah BYD memutuskan untuk membuat solusinya sendiri. Proses pendirian perusahaan pembiayaan mereka saat ini dikatakan sudah masuk tahap akhir. Tinggal menunggu persetujuan saja sebelum mulai beroperasi.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, menjelaskan lebih lanjut.

"Kami sedang dalam finalisasi pembentukan perusahaan finansial untuk pembiayaan kendaraan," ujarnya di Bogor, Minggu (14/12/2025).

"Tujuannya jelas. Pertama, tentu untuk memberi kenyamanan dan dukungan finansial bagi calon pelanggan BYD. Yang kedua, ini kan bagian dari membangun ekosistem otomotif yang lengkap," lanjut Luther.

Dia menekankan betapa krusialnya peran pembiayaan yang fleksibel di industri otomotif Indonesia. Faktanya, lebih dari 60% konsumen di Tanah Air mengandalkan fasilitas kredit saat membeli kendaraan.

"Dan yang ketiga, ini penting untuk menjaga nilai jual kembali kendaraan BYD," tegasnya.

Menurut Luther, kehadiran lembaga pembiayaan yang kuat dan kokoh akan membangun kepercayaan pembeli dalam jangka panjang. "Rencananya, kami akan mulai tahun depan," tambahnya.

Kehadiran perusahaan pembiayaan milik BYD ini diharapkan bisa memberi pilihan yang lebih variatif dan nyaman bagi konsumen. Di sisi lain, ada keuntungan eksklusif yang mungkin bisa diberikan.

"Kalau pembiayaannya dimiliki BYD, kami punya hak untuk memberikan dukungan-dukungan spesial yang mungkin tidak ditawarkan lembaga pembiayaan lain. Mereka mungkin hanya berpikir secara komersial murni. Dengan cara kami sendiri, diharapkan akan lebih nyaman untuk pelanggan," pungkas Luther.

Jadi, langkah BYD ini bukan sekadar perluasan bisnis. Ini adalah upaya menyiapkan landasan yang lebih solid untuk menyambut pelanggan mobil listrik di Indonesia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler