Tabir Pemecatan Sopir Inara Rusli Akhirnya Terbuka
Jakarta – Kasus yang melibatkan Agung, sopir Inara Rusli yang dipecat, mulai menemui titik terang. Pemberhentiannya terjadi justru di saat laporan soal akses ilegal CCTV tengah panas dan sudah masuk ranah hukum.
Menariknya, keputusan untuk memecat Agung ternyata bukan datang dari Inara. Kuasa hukum Agung, Sukardi Amir, mengungkapkan bahwa langkah itu diambil oleh Virgoun.
"Virgoun mengambil langkah preventif. Tujuannya jelas, supaya pihak-pihak yang seharusnya tidak berkaitan langsung dengan perkara ini tidak menjadi korban lanjutan,"
kata Sukardi, seperti dilansir dari Intens Investigasi, Minggu (8/2/2026).
Jadi, ini adalah strategi pengamanan. Virgoun berupaya melindungi Agung agar tidak semakin terseret dalam konflik yang kian melebar ini.
Tak cuma itu, Virgoun juga disebut langsung mengamankan posisi anaknya. Tujuannya agar sang anak terhindar dari hiruk-pikuk pemberitaan dan persoalan hukum yang menyedot perhatian publik.
Nah, di sisi lain, terungkap fakta bahwa peran Agung di rumah Inara tidak sesederhana sopir biasa. Selama empat tahun bekerja, ia kerap menangani berbagai urusan teknis rumah tangga. Mulai dari pengecekan hingga perbaikan.
"Kalau ada hal-hal teknis atau kejadian tak biasa di rumah, memang dia yang diminta memastikan. Itu sudah jadi rutinitas,"
jelas Sukardi lagi.
Karena menjadi satu-satunya pria yang rutin ada di lingkungan rumah, kepercayaan yang diberikan padanya pun cukup besar.
Hal ini mengarah pada poin krusial: akses Agung ke sistem CCTV. Rupanya, akses itu bukan hal baru. Jauh sebelum laporan dugaan akses ilegal muncul, Agung bahkan pernah diminta memperbaiki perangkat CCTV tersebut. Aktivitasnya berlangsung atas dasar kepercayaan, bukan niat jahat.
Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak Agung. Mereka mempertanyakan dasar laporan yang diajukan Inara Rusli. Bagi mereka, persoalan ini jauh lebih rumit dari sekadar tudingan akses ilegal.
"Yang perlu diperjelas, apakah yang dipermasalahkan itu akses ke CCTV-nya atau justru isi rekamannya?"
tegas Sukardi Amir, menyiratkan ada dimensi lain dalam kasus ini.
Alur ceritanya jadi tak hitam putih. Ada dinamika kepercayaan, tugas tambahan, dan langkah-langkah yang diambil untuk meredam situasi. Semuanya berbaur dalam satu kasus yang terus bergulir.
Artikel Terkait
Silmy Karim Resmi Tersangka Korupsi, Presiden Prabowo Copot Jabatan Wakil Menteri Imigrasi
Pakar Lingkungan Peringatkan Risiko Kesehatan di Balik Kebiasaan Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan
Pemerintah Tetapkan 1 Muharram 1448 H sebagai Hari Libur Nasional, Ini Sejarah dan Keutamaannya
Berbaring 20–30 Menit setelah Berhubungan Intim Dipercaya Bantu Tingkatkan Peluang Hamil