MURIANETWORK.COM - Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, TNI mengerahkan tim kesehatan keliling untuk mencegah penyebaran penyakit di lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga dan pos pengungsian guna memberikan pengobatan serta konsultasi kesehatan secara cuma-cuma.
Pelayanan Langsung ke Pemukiman Warga
Tim yang terdiri dari dokter dan tenaga medis TNI tersebut berupaya menjangkau masyarakat hingga ke titik terdampak paling terdalam. Di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, misalnya, mereka menangani seorang balita yang menderita demam disertai batuk pilek pada Jumat (6/2) lalu. Pendekatan serupa juga terlihat di Desa Bonan Lumban, Kelurahan Pasar Baru, di mana seorang tenaga kesehatan dengan cermat memeriksa tekanan darah seorang warga di rumahnya.
Jangkauan Layanan Meluas ke Berbagai Titik Pengungsian
Selain mendatangi pemukiman, pelayanan kesehatan gratis ini juga aktif beroperasi di berbagai tenda pengungsian. Di Kelurahan Lopian, tim medis memberikan konsultasi dan menyalurkan obat-obatan bagi pengungsi yang membutuhkan. Cakupan layanan ini ternyata cukup luas, menjangkau titik-titik pengungsian lain seperti di Desa Hutanabolon Simp Sipange (Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah), Desa Aek Ngadol (Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan), dan Desa Batu Hula (Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan).
Keterangan pers yang dirilis pada Minggu (8/2/2026) kemudian mengonfirmasi aktivitas kemanusiaan ini, menunjukkan komitmen operasi yang berkelanjutan.
Komitmen Pemerintah untuk Pemulihan Menyeluruh
Langkah TNI ini selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk pemulihan pascabencana yang komprehensif. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada rehabilitasi infrastruktur fisik, tetapi juga harus mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan kesehatan.
“Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” jelas pernyataan resmi pemerintah.
Untuk memastikan efektivitasnya, pemerintah terus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan memulihkan kehidupan masyarakat di daerah bencana dengan langkah yang aman dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Jakarta dan BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara dengan Prakiraan hingga Tiga Hari ke Depan
Serangan Udara Israel Hantam Tenda Pengungsi di Gaza, Enam Tewas Termasuk Anak-Anak
CFD Kuningan Dimeriahkan Atraksi Ondel-Ondel dan Permainan Tradisional Betawi
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN dan Terima Gaji Ganda