13 Bilah Demung Gamelan Unnes Raib Dicuri di Siang Bolong

- Kamis, 23 April 2026 | 11:05 WIB
13 Bilah Demung Gamelan Unnes Raib Dicuri di Siang Bolong

Kejadian ini benar-benar mengejutkan. Tiga belas bilah demung, bagian dari gamelan Gambang Semarang milik Universitas Negeri Semarang (Unnes), raib dicuri di siang hari. Aksi pencurian itu terekam jelas oleh kamera pengawas.

Kabarnya mulai menyebar setelah diunggah di Instagram oleh Sigid Ariyanto. Dia sendiri adalah mahasiswa S2 Unnes sekaligus seorang dalang ternama asal Rembang.

"Ketika semua fokus di auditorium acara pengukuhan Profesor di Auditorium UNNES. Sore ini ada kabar gamelan wilahan 'Demung' gamelan Gambang Semarang milik UNNES hilang, menyusul ISI yogja, ISI solo, UGM,"

tulisnya dalam unggahan yang ramai diperbincangkan itu.

Rahmat Petuguran, humas Unnes, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, hilangnya alat musik tradisional itu pertama kali diketahui oleh seorang laboran.

"Benar bahwa Unnes kehilangan 13 bilah demung yang tersimpan di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni,"

kata Rahmat lewat pesan singkat. Pihak kampus sudah berniat melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Dari penelusuran, demung itu hilang tepat saat akan dipakai untuk perkuliahan. Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Burhanuddin, menjelaskan rekaman CCTV menunjukkan pelaku beraksi di Gedung B7 pada Jumat (17/4) siang.

"Awalnya kan ada perkuliahan, itu mahasiswa dan dosen menemukan alat-alat hilang. Alatnya enggak ada. Ada (demung) yang diambil semua, ada yang diambil sebagian, total 13 bilah yang hilang,"

ujar Burhanuddin.

Begitu tahu ada yang hilang, dosen yang bersangkutan langsung melapor ke Koordinator Program Studi. Tak lama kemudian, dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian.

Setelah dicek di CCTV, dugaan kuat pencurian terjadi hari Jumat sekitar pukul 12.20 WIB. "Mungkin kan orang-orang pada jumatan," jelas Burhanuddin lagi. Situasi gedung yang ramai oleh aktivitas perkuliahan diduga membuat aksi pelaku tidak menarik perhatian.

Menariknya, pelaku sempat mendatangi gedung lain tempat penyimpanan gamelan, yaitu B8. Namun, upayanya di sana tampaknya gagal. "Kami cek ternyata alatnya masih lengkap," imbuhnya.

Pelaku sendiri berhasil menyamar dan bergerak leluasa. "Orang kan biasalah di situ kan perkuliahan kita kan tidak mengidentifikasi itu orang mana ada. Kita ya tahunya itu mahasiswa saja. Namun setelah kami cek itu bukan mahasiswa ternyata,"

pungkas Burhanuddin menerangkan kejadian yang masih menyisakan teka-teki itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar