Kapolri dan Jokowi: Antara "Sampai Titik Darah Penghabisan" dan Bekerja "Mati-Matian"
Oleh: Erizal
Kalau diamati, ada satu benang merah yang menarik antara Kapolri dan Jokowi. Mereka berdua ternyata sama-sama pejuang. Ya, pejuang yang gigih. Tentu saja, untuk kepentingan dan pendukungnya masing-masing.
Baru belakangan ini kesamaan itu terlihat jelas. Bagi yang mau jeli melihat perkembangan terkini, tentu akan menangkap sinyalnya.
Di hadapan anggota Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersikap sangat tegas. Dia memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Perintah itu dikeluarkan sebagai respons terhadap wacana yang ingin menempatkan Polri di bawah kementerian. Bagi Sigit, posisi Polri saat ini adalah harga mati. Titik.
Sementara itu, di tempat lain, Jokowi tampil dengan semangat yang tak kalah berkobar. Di hadapan peserta Rakernas I PSI di Makassar, mantan presiden itu berpidato dengan lantang. Dia berjanji akan bekerja mati-matian untuk PSI.
Begitu bersemangatnya, sampai-sampai dia keseleo lidah menyebut kata "mati-matian" itu sendiri. Tak cuma itu, dia juga berjanji akan bekerja habis-habisan demi kemenangan partai tersebut. Sebuah bentuk totalitas yang nyaris tak bersisa.
Teriakannya langsung disambut gegap gempita.
Artikel Terkait
Sarkasme Kapolri di DPR dan Drama Loyalis yang Memantik Kemarahan Publik
Prabowo Buka Rakornas 2026, Soroti Evaluasi Kinerja dan Sinergi Menuju Indonesia Emas
Prabowo Sampaikan Arahan Langsung ke Seluruh Kepala Daerah di Sentul
Ribuan Personel Gabungan Amankan Arus Lalu Lintas Menjelang Ramadan