Senin pagi itu, Lapangan Mapolda Riau tampak dipadati barisan seragam. Di bawah komando Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, sekitar 1.126 personel gabungan mengikuti Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026. Operasi ini, yang terpusat dari Korlantas Polri, resmi dimulai.
Menurut Hengki, operasi selama 14 hari ini berlangsung dari 2 hingga 15 Januari 2026 merupakan langkah awal menyambut Operasi Ketupat Lancang Kuning nanti. Tujuannya jelas: menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya, terutama jelang bulan Ramadan.
"Operasi ini sebelum adanya Operasi Ketupat 2026 ini bagaimana kita menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan," ujar Hengki.
Dia lantas menekankan satu hal. Jalan raya bukan cuma sekadar tempat kendaraan berlalu-lalang. Itu adalah ruang bersama. Karena itu, tanggung jawab untuk keamanan dan ketertiban juga harus dipikul bersama.
Namun begitu, pendekatan yang diusung tak serta-merta keras. Operasi ini digelar secara humanis dan persuasif. Artinya, tindakan preemtif dan preventif jadi ujung tombak. Misalnya lewat pemasangan spanduk atau pemeriksaan mendadak di jalan.
Artikel Terkait
Jamur Halusinogen Yunnan: Misteri Kurcaci yang Mengintai di Balik Makanan Lezat
Dewan Pakar Ungkap Kesulitan Memilih Penerima Hoegeng Awards 2026
Viral Pedagang Es Kue Kemayoran, Polisi: Tidak Ada Penganiayaan
Polda Riau Siapkan Sembilan Target Operasi Lancang Kuning Jelang Ramadan