Sentimen di pasar saham Indonesia memang lagi panas. IHSG anjlok tajam awal pekan ini, melanjutkan tren negatif sejak akhir Januari lalu. Bahkan, Bursa Efek Indonesia sampai harus melakukan trading halt dua kali pada Rabu dan Kamis pekan sebelumnya. Situasinya cukup mencemaskan.
Namun begitu, respons dari Istana justru terlihat tenang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak menunjukkan kemarahan atas gejolak di pasar modal itu.
“Nggak ya,” kata Prasetyo saat ditanya wartawan soal kemarahan presiden, di SICC Sentul, Bogor, Senin lalu.
Menurutnya, reaksi emosi bukanlah jawaban. Yang lebih penting justru memahami akar masalahnya. “Kita semua harusnya begitu, bukan hanya Presiden. Tapi kan kita perlu pahami, apa sih yang bikin IHSG bisa turun signifikan? Nah, dari situlah kita cari jalan keluarnya,” ujarnya menambahkan.
Prasetyo justru melihat momen sulit ini sebagai peluang untuk membenahi pasar modal. Ia mengklaim pemerintah sudah bergerak sesuai arahan presiden, melakukan sejumlah reformasi dan perbaikan regulasi. Tujuannya jelas: membuat pasar saham Indonesia lebih terbuka, transparan, dan kredibel.
“Dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia,” ucap Prasetyo.
Artikel Terkait
Harga Pangan Turun, Biaya Inti Naik: Deflasi Tipis Warnai Awal 2026
Danantera Siap Gelontorkan Dana ke Pasar Modal, Fokus pada Saham Berkualitas
Surplus Perdagangan Indonesia Tembus USD 41 Miliar di 2025, Catat Rekor 68 Bulan Beruntun
Pandu Patria Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator