Sentimen di pasar saham Indonesia memang lagi panas. IHSG anjlok tajam awal pekan ini, melanjutkan tren negatif sejak akhir Januari lalu. Bahkan, Bursa Efek Indonesia sampai harus melakukan trading halt dua kali pada Rabu dan Kamis pekan sebelumnya. Situasinya cukup mencemaskan.
Namun begitu, respons dari Istana justru terlihat tenang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak menunjukkan kemarahan atas gejolak di pasar modal itu.
“Nggak ya,” kata Prasetyo saat ditanya wartawan soal kemarahan presiden, di SICC Sentul, Bogor, Senin lalu.
Menurutnya, reaksi emosi bukanlah jawaban. Yang lebih penting justru memahami akar masalahnya. “Kita semua harusnya begitu, bukan hanya Presiden. Tapi kan kita perlu pahami, apa sih yang bikin IHSG bisa turun signifikan? Nah, dari situlah kita cari jalan keluarnya,” ujarnya menambahkan.
Prasetyo justru melihat momen sulit ini sebagai peluang untuk membenahi pasar modal. Ia mengklaim pemerintah sudah bergerak sesuai arahan presiden, melakukan sejumlah reformasi dan perbaikan regulasi. Tujuannya jelas: membuat pasar saham Indonesia lebih terbuka, transparan, dan kredibel.
“Dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia,” ucap Prasetyo.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak