Drama Gol dan Kartu Merah, Barcelona Kalahkan Madrid di Final Super Spanyol

- Senin, 12 Januari 2026 | 04:06 WIB
Drama Gol dan Kartu Merah, Barcelona Kalahkan Madrid di Final Super Spanyol

King Abdullah Sports City di Jeddah jadi saksi. Barcelona keluar sebagai pemenang dalam duel sengit melawan Real Madrid, dengan skor akhir 3-2, dan mengamankan Piala Super Spanyol 2026. Laga yang digelar Senin dini hari WIB itu benar-benar memakan korban, baik fisik maupun mental, bagi kedua kubu.

Xavi memercayai Joan Garcia di bawah mistar. Barisan pertahanan diisi Balde, Eric Garcia, Cubarsi, dan Kounde. Lini tengah ada De Jong, Pedri, serta Fermin Lopez. Sementara trio penyerangnya adalah Raphinha, Lewandowski, dan si bocah ajaib Lamine Yamal.

Madrid sendiri turun dengan kekuatan penuh. Courtois kembali menjaga gawang, didampingi Carreras, Huijsen, Asencio, dan Valverde di belakang. Tchouameni, Camavinga, serta Bellingham menguasai lini tengah. Serangan diemban oleh Vinicius Junior, Gonzalo Garcia, dan Rodrygo Goes.

Pertandingan langsung panas sejak wasit meniup peluit pertama. Serangan balik cepat, tekel keras, dan tensi tinggi langsung terasa. Namun, butuh waktu hingga menit ke-36 untuk pembuka pesta gol. Raphinha, dengan dribel khasnya, menerobos ke kotak penalti dan melepaskan tendangan datar yang melesak ke pojok kiri. Tchouameni terlambat menghadang, Courtois cuma bisa menonton.

Namun begitu, Madrid tak tinggal diam. Di masa injury time babak pertama, tepatnya menit 45 2, Vinicius Junior beraksi. Dia mengobrak-abrik pertahanan Barca, melewati tiga pemain, sebelum melepas tembakan yang tak bisa dihentikan Joan Garcia. Skor pun seimbang.

Hebatnya, Barcelona langsung merespons. Hanya berselang dua menit kemudian, Pedri memberikan umpan terobosan sempurna untuk Robert Lewandowski. Striker Polandia itu mengontrol bola sekali sentuhan, lalu menuntaskannya dengan tenang. 2-1 untuk El Barca.

Drama belum berakhir. Di menit 45 6, Madrid menyamakan lagi! Sepak pojok dimanfaatkan Dean Huijsen, sundulannya menghantam mistar. Bola muntah dan dalam situasi kacau, Gonzalo Garcia dengan reflek menendang bola masuk. Babak pertama ditutup dengan skor 2-2 yang sepenuhnya menggambarkan intensitas laga.

Statistik babak pertama cukup mencengangkan. Barcelona mendominasi penguasaan bola hingga 76 persen dan melepaskan 9 tembakan. Tapi Madrid efisien: semua 5 tembakan mereka mengarah ke gawang.

Babak kedua tak kalah seru. Kedua tim saling jual beli serangan, mencari celah untuk gol kemenangan. Peluang datang silih berganti, tapi gol ketiga baru tercipta di menit 73.

Lag-lagi Raphinha. Pemain asal Brasil itu melepas tendangan dari bibir kotak penalti sambil terjatuh. Bola yang meluncur liar menyentuh kaki Raul Asencio dan berbelok arah. Courtois, yang sudah bergerak, tak bisa berbuat apa-apa. Gol! 3-2 untuk Barcelona.

Menit 90 1 memanas. Frenkie de Jong mendapat kartu merah langsung setelah menekel keras Kylian Mbappe yang baru masuk. Dengan sepuluh pemain, Barcelona bertahan mati-matian. Madrid membombardir pertahanan mereka, mencari gol penyama, tapi usaha itu sia-sia.

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Barcelona menang 3-2, mengangkat trofi, dan merayakan kemenangan di tanah Arab. Sebuah final yang benar-benar tak terlupakan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar