Jakarta kembali digelar operasi gabungan lalu lintas. Kali ini, Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan hampir tiga ribu personel untuk Operasi Keselamatan Jaya. Fokusnya jelas: menindak pelanggaran yang bikin resah, terutama aksi nekat melawan arus.
Kombes Pol Komarudin, selaku Dirlantas, memaparkan bahwa operasi ini tak cuma melibatkan polisi. Mereka bergabung dengan TNI dan dinas terkait lainnya. Semuanya disebar di penjuru Ibu Kota.
“Operasi ini digelar dengan melibatkan seluruh instansi terkait, mulai dari TNI hingga dinas-dinas terkait lainnya. Kegiatan ini akan menyasar pada 10 target operasi,”
jelas Komarudin di Polda Metro Jaya, Senin lalu.
Intinya, ribuan personel itu akan berjaga di titik-titik rawan. Mereka mencari pelanggar yang tindakannya berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. “Di mana kita akan menargetkan pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi ataupun berdampak terhadap ancaman keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Kepatuhan Tak Sejalan dengan Pertumbuhan Kendaraan
Ada persoalan klasik yang jadi latar operasi ini. Jumlah kendaraan di Jakarta sudah menyentuh angka fantastis, sekitar 25 juta unit. Tapi, menurut Komarudin, angka itu tidak dibarengi dengan kesadaran berlalu lintas yang baik.
“Namun sangat disayangkan, pertumbuhan ini belum disertai dengan tingkat kepatuhan dari para pengendara yang ada,” ujarnya.
Karena itulah operasi digelar. Harapannya, angka pelanggaran dan kecelakaan bisa ditekan. Aksi melawan arus, misalnya, jadi salah satu prioritas utama. Alasannya sederhana: bahayanya sangat nyata. “Tentunya ini bukan hanya mengancam keselamatan dirinya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya,” imbuh Komarudin.
Artikel Terkait
Prabowo Peringatkan Dampak Mengerikan Perang Nuklir: Ikan Kita Bisa Terkontaminasi
Petugas Haji Dilarang Berhaji, Apa Logikanya?
BNPB Pacu Pembangunan 133 Huntara di Gayo Lues, Target Siap Huni Jelang Ramadhan
Saksi Tolak Tanda Tangan BAP, Lampiran Timbangan Narkoba Jadi Sorotan