Pembicaraan Rahasia AS-Israel di Pentagon: Diplomasi atau Serangan ke Iran?

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:20 WIB
Pembicaraan Rahasia AS-Israel di Pentagon: Diplomasi atau Serangan ke Iran?

Ketegangan dengan Iran yang kian memanas rupanya diikuti dengan gerak-gerik militer di belakang layar. Baru-baru ini, para jenderal papan atas dari Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam sebuah pembicaraan rahasia di Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS.

Pertemuan itu sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat lalu, 30 Januari. Tapi baru terungkap ke publik pada hari Minggu. Menariknya, hampir tak ada media yang melaporkan pertemuan ini sebelumnya. Barulah Senin (2/2/2026) lalu, Reuters mengutip dua pejabat AS yang tak mau disebut namanya, mengonfirmasi pertemuan tersebut.

Mereka yang bertemu adalah Jenderal Dan Caine, sang Ketua Kepala Staf Gabungan AS, dan rekanannya dari Israel, Jenderal Eyal Zamir, yang memimpin Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel.

Namun begitu, apa yang sebenarnya dibahas di ruang tertutup Pentagon itu masih menjadi misteri. Para pejabat tadi enggan memberikan rincian lebih jauh.

Di sisi lain, ada narasi lain yang muncul dari pihak Israel. Seorang pejabat Israel anonim, seperti dilansir TRT World dari Turki, menyoroti perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv.

Menurut pejabat itu, Presiden Donald Trump lebih condong ke jalur diplomasi. Ia disebut ingin bernegosiasi dengan Iran, dengan harapan bisa membongkar program nuklir negara tersebut.

Tapi Israel punya pandangan lain. Mereka justru mendorong AS untuk mengambil langkah lebih keras: serangan militer. Peringatan pun disampaikan. Menahan diri, kata mereka, bakal berakibat buruk. Konsekuensinya bisa macam-macam, salah satunya adalah kemajuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir yang makin tak terbendung.

Jadi, sementara pembicaraan tingkat jenderal berlangsung diam-diam, perbedaan strategi antara kedua sekutu dekat ini justru terlihat semakin jelas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar