Sirine Bahaya Berkumandang di Bantaran Code dan Winongo Usai Hujan Deras

- Selasa, 02 Desember 2025 | 23:30 WIB
Sirine Bahaya Berkumandang di Bantaran Code dan Winongo Usai Hujan Deras

Wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta diguyur hujan deras sepanjang Selasa (2/12) sore hingga malam. Akibatnya, debit air di sejumlah sungai yang membelah kota pun melonjak drastis. Situasi ini langsung memicu kewaspadaan.

Di kawasan Sayidan, tepatnya di bantaran Sungai Code, sirine peringatan dini atau Early Warning System (EWS) tiba-tiba membelah udara. Bunyinya yang memecah keheningan malam itu menjadi tanda bahaya pertama.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengonfirmasi kejadian tersebut.

"EWS di seputaran Sayidan (Sungai Code) berbunyi. Sekitar 19.55 WIB," katanya.

Tidak hanya Code, Sungai Winongo juga menunjukkan gelagat mengkhawatirkan. Dilaporkan terjadi luapan air di beberapa titik.

"Lokasinya di Sidomulyo, Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta," tambah Darmanto.

Sirine EWS di Winongo pun ikut berbunyi tak lama sebelumnya, sekitar pukul 19.40 WIB. Suasana mencekam sempat terasa, apalagi bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan bantaran.

Namun begitu, situasi berangsur membaik. Menurut Darmanto, meski debit air naik signifikan, luapan itu tidak sampai menerjang permukiman warga. Kabar baik di tengi kecemasan.

"Tidak ada laporan meluap atau banjir masuk permukiman," ujarnya meyakinkan.

Kembali ke Batas Aman

Memasuki pukul sembilan malam, laporan dari petugas dan relawan di lapangan mulai membawa angin segar. Debit air di sungai-sungai tadi mulai menunjukkan tren penurunan. Perlahan tapi pasti.

"Pada pukul 22.00 ini, kondisi (Sungai) Code, Winongo dan Gajahwong sudah kembali mandali (aman terkendali). Debit air sudah turun," jelas Darmanto.

Meski ancaman utama sudah berlalu, kewaspadaan belum sepenuhnya dicabut. Petugas dan relawan masih tetap berjaga di sekitar bantaran sungai, memantau perkembangan terkini. Mereka tak mau lengah.

"Di beberapa lokasi, relawan KTB (Kampung Tangguh Bencana) seputaran bantaran sungai masih siaga," pungkasnya. Malam itu, kewaspadaan adalah harga mati.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar