Wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta diguyur hujan deras sepanjang Selasa (2/12) sore hingga malam. Akibatnya, debit air di sejumlah sungai yang membelah kota pun melonjak drastis. Situasi ini langsung memicu kewaspadaan.
Di kawasan Sayidan, tepatnya di bantaran Sungai Code, sirine peringatan dini atau Early Warning System (EWS) tiba-tiba membelah udara. Bunyinya yang memecah keheningan malam itu menjadi tanda bahaya pertama.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengonfirmasi kejadian tersebut.
"EWS di seputaran Sayidan (Sungai Code) berbunyi. Sekitar 19.55 WIB," katanya.
Tidak hanya Code, Sungai Winongo juga menunjukkan gelagat mengkhawatirkan. Dilaporkan terjadi luapan air di beberapa titik.
"Lokasinya di Sidomulyo, Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta," tambah Darmanto.
Sirine EWS di Winongo pun ikut berbunyi tak lama sebelumnya, sekitar pukul 19.40 WIB. Suasana mencekam sempat terasa, apalagi bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan bantaran.
Namun begitu, situasi berangsur membaik. Menurut Darmanto, meski debit air naik signifikan, luapan itu tidak sampai menerjang permukiman warga. Kabar baik di tengi kecemasan.
"Tidak ada laporan meluap atau banjir masuk permukiman," ujarnya meyakinkan.
Kembali ke Batas Aman
Memasuki pukul sembilan malam, laporan dari petugas dan relawan di lapangan mulai membawa angin segar. Debit air di sungai-sungai tadi mulai menunjukkan tren penurunan. Perlahan tapi pasti.
"Pada pukul 22.00 ini, kondisi (Sungai) Code, Winongo dan Gajahwong sudah kembali mandali (aman terkendali). Debit air sudah turun," jelas Darmanto.
Meski ancaman utama sudah berlalu, kewaspadaan belum sepenuhnya dicabut. Petugas dan relawan masih tetap berjaga di sekitar bantaran sungai, memantau perkembangan terkini. Mereka tak mau lengah.
"Di beberapa lokasi, relawan KTB (Kampung Tangguh Bencana) seputaran bantaran sungai masih siaga," pungkasnya. Malam itu, kewaspadaan adalah harga mati.
Artikel Terkait
Emir Qatar Puji Kepemimpinan Prabowo dan Program Makan Bergizi Gratis, Konfirmasi Kunjungan ke Akhir 2026
Pemerintah Klaim Kepercayaan Investor Global Meningkat, Obligasi Danantara Diserap Pasar AS-Eropa-Asia
Danantara Raup 1,5 Miliar Dolar AS dari Obligasi Global Perdana, Permintaan Investor Tembus 4,6 Miliar Dolar
Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong di Depan DPRD Sultra saat Tolak Kenaikan BBM dan Kritik Program Makan Bergizi Gratis