Dalam sebuah forum di Sentul, Bogor, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan kekhawatiran mendalamnya. Ancaman perang dunia ketiga, menurutnya, bukan lagi sekadar skenario fiksi. Bahayanya nyata dan mengerikan, terutama jika sampai melibatkan senjata nuklir.
Dampaknya bisa sangat luas. Bahkan negara yang netral dan tak ikut bertempur sekalipun, kata Prabowo, tak akan bisa menghindar.
“Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” ujarnya di hadapan peserta Rakornas 2026 di SICC.
“Kita akan kena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua.”
Ia melanjutkan dengan gambaran yang suram. Menurut penjelasannya, debu radioaktif dari ledakan nuklir bisa menyelimuti atmosfer. Akibatnya? Sinar matahari terhalang, tidak masuk ke bumi.
Dan ini bukan cuma soal musim dingin yang berlangsung satu atau dua tahun. Para ahli memperkirakan, efeknya bisa bertahan puluhan tahun. “Ini yang dibicarakan di dunia,” papar mantan Menteri Pertahanan itu.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan komitmennya. Sebagai Presiden Indonesia, ia berjanji akan terus menjaga kewaspadaan dan mendorong perdamaian global.
“Marilah kita waspada,” ajaknya.
“Marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini.”
Artikel Terkait
PDAM Bone Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau dan Alih Fungsi Lahan
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000