Laga Persija vs Persib Resmi Dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda, Faktor Keamanan Jadi Alasan Utama

- Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15 WIB
Laga Persija vs Persib Resmi Dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda, Faktor Keamanan Jadi Alasan Utama

Laga klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 dipastikan tidak akan berlangsung di Jakarta. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengumumkan bahwa pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026, tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026, atau hanya empat hari sebelum pertandingan digelar.

"Liga akhirnya memutuskan pertandingan akan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, yaitu tanggal 10 Mei, jamnya 15.30 WIB," kata Ferry saat menyampaikan hasil rapat antara I.League, Persija, dan pihak kepolisian kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.

Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pertimbangan matang. Ferry Paulus menjelaskan bahwa pembatalan izin pertandingan di Jakarta didasari oleh faktor keamanan. Selain itu, kepadatan agenda di Ibu Kota sepanjang bulan Mei turut menjadi alasan utama pemindahan venue.

"Seperti yang teman-teman ketahui, bulan Mei merupakan bulan dengan banyak agenda, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal di luar kepentingan atau kondisi yang diharapkan. Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut," ujar Ferry Paulus.

I.League sebelumnya telah menjajaki sejumlah opsi di Pulau Jawa, seperti Jepara dan Surabaya. Namun, kendala muncul karena klub-klub lain di Jawa juga bertanding pada waktu yang hampir bersamaan. Opsi Surabaya sempat menjadi pilihan utama karena kemudahan akses dari Bandara Internasional Juanda. Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indra Sjafrie, bahkan telah berkoordinasi dengan panitia pelaksana Persebaya Surabaya dan kelompok suporter Bonek Mania, yang semuanya menyatakan kesiapan membantu.

Namun, rencana tersebut batal. Ferry Paulus mengungkapkan bahwa jika pertandingan tetap digelar di Pulau Jawa, laga harus berlangsung tanpa penonton. Alternatif berikutnya adalah Bali, tetapi Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak dapat digunakan karena Bali United akan menjamu Borneo FC pada Senin, 11 Mei 2026, atau sehari setelah laga Persija melawan Persib. Regulasi melarang penggunaan stadion secara berhimpitan dalam waktu berdekatan.

"Regulasi kita melarang untuk berhimpitan bertanding di satu stadion di hari yang berbeda. Nah, di Kalimantan Timur tidak ada pertandingan lain selain pertandingan yang akan kita gelar antara Persija dan Persib," jelas Ferry.

Dari situ, opsi Stadion Segiri di Samarinda pun muncul. Setelah berkoordinasi dengan pihak Borneo FC dan kepolisian setempat, izin pun diberikan. "Itu sejarahnya kita akhirnya menetapkan di Samarinda," ujar Ferry Indra Sjafrie.

Meski demikian, pemindahan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi Persija. Ferry Indra Sjafrie mengaku mengalami kerugian, baik secara finansial maupun emosional. Pasalnya, suporter The Jakmania kembali tidak dapat menyaksikan tim kesayangannya bertanding melawan Persib di Jakarta. Terakhir kali laga tersebut digelar di Jakarta adalah pada tahun 2019, yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Kami kecewa sekali, tetapi memang sepertinya harus dipikirkan ke depannya. Kita harus buat jadwal di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan pada bulan-bulan krusial seperti ini," kata Bung Ferry, sapaan akrab Ferry Indra Sjafrie.

Di sisi lain, kekhawatiran keamanan juga menjadi latar belakang pemindahan ini. Ferry Indra mengungkapkan bahwa informasi mengenai potensi gangguan keamanan muncul pascaperayaan Hari Buruh pada 1 Mei. "Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujarnya. Ia menambahkan, "Kemarin ada kejadian di Bandung, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan."

Ferry Paulus menegaskan bahwa laga ini tetap dapat dihadiri oleh suporter tuan rumah yang nantinya dapat memadati Stadion Segiri yang berkapasitas sekitar 13 ribu penonton. Namun, suporter tim tamu tetap dilarang datang ke stadion. Dengan segala pertimbangan yang ada, pemindahan ke Samarinda dinilai sebagai jalan keluar terbaik agar pertandingan tetap dapat dimainkan sesuai jadwal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar