Jakfestival Ancol 2026 Meriah, Parade IP Lokal dan Tarian Betawi Sambut HUT Jakarta ke-499

- Minggu, 21 Juni 2026 | 00:00 WIB
Jakfestival Ancol 2026 Meriah, Parade IP Lokal dan Tarian Betawi Sambut HUT Jakarta ke-499

Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan Bundaran Symphony of The Sea, Ancol, untuk menyaksikan parade mobil hias dan beragam tarian khas Jakarta dalam gelaran Jakfestival Ancol 2026. Suasana malam itu berubah menjadi panggung budaya yang semarak, menandai antusiasme masyarakat menyambut perayaan menuju lima abad Jakarta sekaligus hari ulang tahun ibu kota yang ke-499.

Parade tersebut merupakan bagian dari karnaval budaya dan ekonomi kreatif yang digelar untuk meramaikan rangkaian menuju HUT Jakarta ke-499. Dalam pawai ini, ribuan mobil hias berjalan perlahan memanjakan mata para pengunjung. Setiap kendaraan dihias dengan berbagai produk properti intelektual atau intellectual property (IP) lokal milik Indonesia, seperti film Pelangi di Mars, Trungtung, Robot Cimot, Jekate, hingga Persija Jakarta.

Tidak hanya menampilkan IP lokal, parade ini juga menyisipkan kampanye pilah sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah di Jakarta. Kemeriahan bertambah dengan penampilan tarian khas Jakarta yang dihiasi peragaan ondel-ondel, ikon budaya Betawi yang melekat dengan identitas ibu kota.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengungkapkan bahwa Jakfestival tahun ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, gelaran ini menjadi momentum penting dalam transformasi Ancol sebagai panggung Jakarta dan panggung global. Hal itulah yang mendorong pihaknya mengedepankan produk IP lokal dalam parade kali ini.

“Jadi, into the future kita berpikir bahwa jika Ancol ini bisa berkemas, bisa lebih relevan terhadap keinginan daripada masyarakat Jakarta, insyaallah mudah-mudahan Pemprov kegiatan-kegiatannya akan selalu diadakan di Ancol ini,” katanya.

Syahmudrian menambahkan, Jakfestival tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat kalinya di Ancol dalam rangka perayaan HUT Jakarta. Mengenai alasan pelaksanaan yang tidak bertepatan dengan tanggal 22 Juni, ia menjelaskan bahwa padatnya agenda perayaan di Jakarta menjadi pertimbangan utama.

“Jadi begini, Jakarta ini pada saat tanggal 22 itu banyak banget kegiatannya. Dari pagi, jam 07.00 pagi sampai dengan malam, itu banyak banget. Jadi kalau umpamanya Ancol ini dibikin salah satu kegiatan lagi, ini jadi kita bingung menempatkannya tuh di mana, seperti itu,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa terdapat banyak lokasi menarik lain di Jakarta yang menjadi fokus pemerintah daerah. Menurutnya, gubernur dan Pemprov DKI Jakarta memiliki prioritas tersendiri dalam menempatkan program-program yang telah dirancang sebelumnya.

Lebih jauh, Syahmudrian berharap Ancol ke depannya tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata biasa, melainkan sebagai ekosistem hiburan terpadu yang mampu memberikan nilai lebih bagi pengunjung, terutama dalam hal kesan dan pengalaman.

“Gini, Ancol ini tidak hanya sekedar kawasan bagi kami untuk seperti menjual tiket. Kita pengin Ancol ini menjadi suatu integrated leisure ecosystem. Maksudnya itu, kita ingin menjual pengalaman. Kita ingin menciptakan memori di sini,” jelasnya.

Menurutnya, kesan dan pengalaman lebih berharga dibandingkan sekadar berwisata. Ia ingin para pengunjung dapat menempatkan Ancol di hati mereka dengan kesan bahagia, kebersamaan, serta pengalaman bersama keluarga maupun orang terkasih.

“Kita ingin orang pada saat datang ke Ancol ini dari dalam hatinya itu dia ingin membuat suatu memori yang baik. Dia ingin menciptakan kenangan yang indah bersama keluarganya, dengan orang terkasihnya, atau dengan siapapun juga mereka berada di Ancol ini. Pada saat dia pulang, dia sudah lebih berbahagia. Ini sebenarnya cita-cita kami ke depan,” ucapnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags