Pria di Gowa Terima Kaki Palsu dari Kemensos setelah 11 Tahun Hidup dengan Keterbatasan Akibat Serangan Buaya di Malaysia

- Minggu, 21 Juni 2026 | 22:20 WIB
Pria di Gowa Terima Kaki Palsu dari Kemensos setelah 11 Tahun Hidup dengan Keterbatasan Akibat Serangan Buaya di Malaysia

Haru membuncah di wajah Rendi (53) saat ia akhirnya menerima kaki palsu dari Kementerian Sosial dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi di Kabupaten Gowa. Warga Desa Lassa-Lassa ini tak kuasa menahan perasaan campur aduk antara syukur dan haru setelah lebih dari satu dekade hidup dengan keterbatasan fisik.

Musibah itu datang pada 2015 silam, saat Rendi bekerja sebagai tenaga migran di Malaysia. Serangan buaya yang tak terduga membuat salah satu kakinya harus diamputasi. Sejak peristiwa nahas itu, setiap langkah dalam hidupnya terasa berat baik untuk sekadar beraktivitas sehari-hari maupun mencari nafkah bagi keluarga.

Namun, secercah harapan kini kembali menyala. Dengan kaki palsu yang diterimanya, Rendi bisa bergerak lebih leluasa dan bermimpi untuk hidup lebih mandiri.

“Bersyukur sekali menerima bantuan kaki palsu. Harapannya mudah-mudahan saya bisa jalan terus sampai di kebun dan anak saya bisa berkembang masa depannya,” ujar Rendi dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).

Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Sosial dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau mereka yang selama ini sulit mengakses bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 14 jenis layanan sosial disediakan. Mulai dari operasi katarak, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, paket nutrisi, hingga layanan penguatan bagi eks penderita kusta. Semua layanan itu bisa diakses masyarakat dalam satu lokasi yang sama.

Di sisi lain, Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp907 juta bagi warga Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut mencakup operasi katarak, bantuan kewirausahaan, perlengkapan kebersihan diri, khitanan massal, kebutuhan hidup layak, perlengkapan sekolah, alat bantu aksesibilitas, bantuan nutrisi, sarana kamar, hingga layanan bebas pasung.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO), Anna Puspitasari, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa serta berbagai pihak yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh bantuan dan layanan berlandaskan tiga prinsip utama: data yang akurat, sasaran yang tepat, serta penguatan program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan sebagai alat bantu disabilitas, kebutuhan hidup layak, bantuan kewirausahaan, dengan harapan bahwa penerima manfaat dapat menggunakan peralatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan dapat hidup mandiri menuju graduasi,” ujar Anna.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags